Presiden RI pertama, Sukarno dikaruniai lima buah hati yang berprestasi. Salah satu yang menonjol adalah Guruh Soekarnoputra.
Adik kandung dari Megawati Soekarnoputri ini tak hanya terkenal sebagai politisi, ia juga seniman.
Guruh Soekarnoputra lahir pada 13 Januari 1953 di Blitar.
Pendidikan Guruh Soekarnoputra adalah seorang alumni Ilmu Administrasi Negara, STIAMI
Guruh Soekarnoputra dianggap mewarisi bakat dari sang ayah di bidang artistik.
Guruh Soekarnoputra juga terjun ke dunia politik mengikuti jejak kakak kandungnya, Megawati Soekarnoputri.
Di bidang politik, Guruh Soekarnoputra menjadi anggota DPR RI sejak tahun 1992, dan Guruh Soekarnoputra kembali terpilih pada Pileg 2019.
Saat ini Guruh merupakan anggota DPR di Komisi X dari fraksi PDIP.
Guruh Soekarnoputra mengawali karier sebagai koreografer dan penulis lagu membentuk grup musik Guruh Gipsy dan Gang Pegangsaan di era tahun 70-an, menyempatkan dirinya berkecimpung di dunia perfilman, salah satu karya filmnya, Untukmu, Indonesiaku (1980)
Pada 2002, Guruh Soekarnoputra mengakhiri masa lajang dengan menikahi wanita asal Uzbekistan, Guseynova Sabina Padmavati
Guruh Soekarnoputra mendapatkan gelar Chevalier de L’Ordre des Arts et des Lettres dari Pemerintah Perancis ini juga pendiri kelompok kesenian Gencar Semarak Perkasa (GSP)
Guruh Soekarno Putra memiliki sebuah rumah di Kebayoran Baru yang benar-benar mencerminkan ketertarikannya pada dunia seni. Bakatnya di bidang seni itu diwarisi dari sang ayah.
Rumah milik Guruh Soekarnoputra warisan orang tuanya
Rumah yang kini menjadi sengketa adala rumah yang dulunya ditempati oleh ibu Fatmawati memiliki nilai sejarah momen kesendirian seorang ibu negara
Momen kesendirian sang ibu negara tak lagi ditemani Presiden Soekarno beserta anak-anaknya yang menempati di istana negara.
Apabila Presiden Soekarno ke Istana Bogor, maka Soekarno dipastikan bertemu dengan istrinya yang baru saat itu yang bernama Hartini.
Fakta sejarah hingga saat ini belum ada keterangan pasti mengenai dokumen perceraian antara Presiden Soekarno dengan Fatmawati, sehingga dimungkinkan bahwa pasangan ini dipastikan tidak sepenuhnya mereka bercerai.
Satu satunya istri dan mantan istri yang tidak langsung datang melihat jasad Bung Karno ketika disemayamkan di Wisma Yaso, hanya Ibu Fatmawati.
Selain itu, rumah di jalan Sriwijaya 2 nomor 9 ini menjadi saksi pernikahan Rachmawati Sukarnoputri dan dr. Martomo Pariatman Marzuki atau Tommy pada 1969.
Saat itu presiden yang akrab disapa Bung Karno tengah menjalani tahanan rumah di Wisma Yaso, diminta RRachmawati untuk menjadi wali nikah.












