Namun demikian, pihaknya tentu saja tidak menghendaki hal tersebut, bahkan Bambang Sigit menegaskan jika nanti mahasiswa yang dipanggil bisa diminta keterangan untuk menjelaskan kronologis peristiwa yang terjadi, sehingga bisa membantu Unesa untuk mengungkap siapa-siapa pelaku vandalistis dan anarkis itu.
“Ini adalah pemanggilan awal, dan jika ada bukti-bukti baru lagi kita akan mengembangkan lebih lanjut dan mengungkap siapa pelaku di balik tindakan vandalistis dan anarkis ituâ€, ujarnya.
Pihaknya telah melakukan penelusuran bahwa peserta aksi sebenarnya tidak mengetahui secara detail permasalahan yang terjadi.
Mereka hanya massa yang ikut-ikutan aksi berdasarkan informasi sepihak dari pihak-pihak yang berkepentingan, termasuk dari senior-senior mereka.
“Saya sudah berdialog dengan beberapa mahasiswa yang ikut aksi dan saya tanyakan apakah mereka mengetahui permasalahan yang sebenarnya, ternyata mereka tidak tahu, apalagi dalam aksi tersebut juga banyak mahasiswa baru yang dilibatkan, sehingga pada kesempatan tersebut saya menjelaskan secara detail permasalahan mulai awal hingga akhir dan tentu terkait dengan aturan dan mekanisme konstitusional yang telah banyak dilanggar oleh penyelenggara pemilu raya Unesaâ€. Ujar Bambang.
Unesa Himbau Hentikan Tindakan Intimidasi
Terkait maraknya informasi yang menyebar di media social mengenai identitas para pelaku vandalistis dan anarkisitis, maka pihak Unesa melalui Ketua Komisi Disiplin menyampaikan agar semua pihak bisa menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini kepada pihak kampus.
“Kami mohon kepada semua pihak untuk bias menahan diri, emosi boleh tapi jangan melakukan pengadilan secara sepihak, gunakan asas praduga tak bersalah, mereka adalah adik-adik kita yang sedang dalam proses belajar berdemokrasi dengan baik, serahkan sepenuhnya kepada kami untuk menyelesaikannyaâ€, pungkas Bambang Sigit (Tim)










