Settia

Unesa Siapkan Sanksi Bagi Para Pelaku Perusakan dan Vandalistis

Editor.ID – Surabaya, Buntut aksi mahasiswa yang disertai tindakan anarkis dan vandalistis pada hari Jumat (13/3/2020) lalu, Tim Komisi Disiplin Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus melakukan gerak cepat untuk mengungkap identitas para pelaku.

Ketua Komisi Disiplin Unesa, Dr. Bambang Sigit Widodo menjelaskan bahwa sudah menemukan beberapa pelaku yang diduga melakukan tindakan vandalistis dan juga anarkis pada waktu aksi tersebut.

“Pada hari Selasa (17/3/2020) tim komisi disiplin mengumpulkan barang bukti berupa foto dan rekaman video dari berbagai pihak, serta mengidentifikasi para pelaku perusakan dan vandalis”, ujarnya

“Hanya saja tim tidak bisa melihat kejadian dari rekaman CCTV karena berdasarkan penelurusan diketahui bahwa CCTV tersebut baru merekam jam 14.20, dimana tindakan perusakan dan vandalistis telah terjadi”, sambungnya.

Hal tersebut tentu mengundang pertanyaan apakah ada pihak lain yang turut andil dalam mengatur rekaman CCTV saat aksi mahasiswa jumat (13/3/2020) kemarin itu.

 

“Kami akan menelusuri lebih lanjut dan tentu saja tidak akan gegabah menuduh apakah ada pihak lain yang dengan sengaja membuat CCTV error”, kata Bambang Sigit menanggapi kejanggalan tersebut.

“kami sudah minta bantuan PPTI (Pusat PengembanganTeknologi dan Informasi) Unesa untuk melakukan pengecekan”, urainya

Sementara itu menurut Kepala PPTI Unesa I Gusti Lanang Putra Eka Primana berdasarkan pemeriksaan CCTV di lantai dasar memang sudah error sejak tanggal 11/3/2020 dan baru merekam kembali tanggal 13/3/2020 jam 14.20, dan pihak PPTI akan menelusuri penyebab errornya CCTV tersebut.

Unesa Siapkan Sanksi

Unesa sudah melakukan pemanggilan terhadap para mahasiswa yang diduga sebagai pelaku tindakan vandalistis dan anarkis.

Pemanggilan pun ditujukan juga ke orang tua mahasiswa dan tidak boleh diwakilkan. Sedangkan Nama-nama mahasiswa yang akan dipanggil masih dirahasiakan oleh pihak kampus.

“Surat sudah kami luncurkan dan hari senin depan terjadwal untuk melakukan verifikasi dan klarifikasi terkait dengan masalah tersebut. Orang tua kita panggil juga dengan tujuan untuk bersama-sama dengan kami melakukan pembinaan ke mereka”, jelas Bambang Sigit.

Terkait dengan sanksi yang akan diberikan secara lugas Bambang Sigit menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan klasifikasi jenis pelanggaran yang dilakukan. Karena Unesa sudah memiliki aturan terkait dengan jenis pelanggaran dan sanksinya.

“Tentu saja jika mereka persuasif, mengakui kesalahan dan berjanji tidak akan mengulanginya, kami akanmenggunakan soft approach dan sanksi pembinaan saja, tetapi jika mereka menutup-nutupi dan tidak mau mengakui perbuatannya maka kita juga akan tegas, dan mungkin saja akan kita lanjutkan kepihak yang berwajib” ujar tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *