Tjhai Chui Mie, Lahirnya “Ahok” Srikandi Tionghoa

Pun keluarga suaminya. ”Paling tinggi hanya pernah jadi ketua RT,” guraunya. Itulah jabatan ‘politik’ bapaknya. Yang sehari-hari berdagang susu perah.

Keterlibatan Chun Mie ke politik hanya karena pertemanan. Saat banyak partai baru berdiri. Banyak yang kesulitan cari caleg. Chun Mie dirayu jadi caleg. Dari partai PIB (Partai Indonesia Baru), untuk DPRD Singkawang. Sekadar info, Ahok juga memulai jalan politiknya lewat partai ini.

Chun Mie terpilih. Mewakili partai yang dipimpin ekonom terkemuka itu: Syahrir. Almarhum. Dia mendapat suara terbanyak. Untuk seluruh Singkawang. Sampai suaranya meluber ke calon lain. PIB sampai mendapat 6 kursi di Singkawang.

Tapi partai itu hanya mendapat suara kurang dari 2 persen secara nasional. Jadi tidak bisa ikut pemilu berikutnya (tahun 2009).

Namun nama Tjhai Chun Mie sudah terlanjur top. Sebagai pendulang suara. Apalagi dia tidak “cacat” selama menjadi wakil rakyat.

PDI Perjuanganlah yang berhasil menggaetnya untuk pemilu berikutnya. Dia kembali mendapat suara terbanyak, lalu terpilih sebagai ketua DPRD.

Chun Mie sudah tahu apa yang akan terjadi berikutnya : diincar jadi calon wali kota. Pagi-pagi dia sudah memberi sinyal untuk tidak berminat. Dia buat pernyataan bermeterai : tidak bersedia dicalonkan siapa pun. Dia edarkan surat pernyataan itu.

Tapi Chun Mie luluh di tangan Megawati. Jadilah wali kota seperti sekarang. Mengalahkan 3 pasang lainnya. Dengan perolehan suara mendekati 40 persen

Meski ia berasal dari etnis Tionghoa dan beragama Budha namun perhatiannya kepada umat muslim sangat besar. Tiap tahun ia memberangkatkan rakyatnya bisa menunaikan ibadah haji. “Ada yang secara spontan membantu menaikkan haji warga Singkawang. Tiap tahun 5 orang,” kata Chun Mie. “Tahun ini sudah bisa berangkat haji. Saya pilih pengurus masjid yang benar-benar miskin,” tambahnya.

Perjuangan Membangun Bandara Nyari Utangan Kesana Kemari

Mimpinya agar Kota Singkawang menjadi tujuan wisata adalah dengan membangun bandara yang modern. Maka ia berjuang mencari modal untuk membebaskan lahan untuk pembangunan bandara. Beruntung banyak orang yang mengagumi sosoknya.

Maka ada seorang pengusaha besar dari Surabaya bersedia memodali Chun Mie bisa membebaskan lahan untuk pembangunan bandara. Sementara bangunan bandara akan dibangun pemerintah pusat.

Chun Mie tidak akan lupa nama pengusaha Surabaya yang membantunya membebaskan tanah untuk bandara. Dari Surabaya itulah ia merasa dapat jalan keluar. Siap membangun bandara. Dia pun melobi pemerintah pusat. Dengan modal tanah yang sudah tersedia.

Leave a Reply