SPBU Shell hingga BP Kini Dibanjiri Pembeli BBM, Imbas Kasus Pertamax Oplosan

Dalam video berdurasi 45 detik itu terlihat konsumen yang sedang mengantre panjang di SPBU Shell. Diduga, peningkatan konsumen di SPBU Shell tersebut imbas dari kasus Pertamax oplosan dan korupsi minyak mentah.

Konsumen BBM Terlihat Antri di SPBU Shell. Foto ini diunggah akun X @mafiawasit pada Kamis, 27 Februari 2025.

Kosongnya pasokan bahan bakar di SPBU Shell terlihat jelas di sejumlah lokasi, seperti di Jalan Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan dan Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat.

Di beberapa SPBU Shell, seluruh jenis BBM, mulai dari RON 95, RON 98, hingga solar CN51, tidak tersedia sama sekali. Hal ini membuat pengemudi, termasuk pengemudi ojek online, kesulitan mengisi bahan bakar kendaraannya.

Dilansir dari Antara, Presiden Direktur Shell Indonesia, Ingrid Siburian menjelaskan bahwa kelangkaan ini disebabkan oleh keterlambatan dalam rantai pasok yang tidak dapat sepenuhnya dikendalikan oleh perusahaan. Meskipun demikian, pihak Shell berupaya untuk melakukan distribusi ulang dan mengatasi permasalahan tersebut secepatnya.

Selain pengisian BBM, beberapa layanan lain di SPBU Shell tetap beroperasi, seperti bengkel Shell Advance MotoCare Express dan gerai Shell Select. Hal ini sedikit meredakan keluhan para konsumen yang tetap dapat menggunakan layanan non-BBM.

“Keterlambatan tersebut adalah karena adanya hambatan pada sisi supply atau rantai pasok. Tetapi hambatan tersebut memang merupakan kondisi yang di luar kendali kami karena yang dapat kami fokuskan adalah hal-hal yang memang dapat kami kendalikan,” kata Ingrid dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, di Jakarta, Rabu, 26 Februari 2025.

Pengaruh Skandal Pertamina Terhadap Shell

Isu BBM ini muncul tak lama setelah skandal blending yang melibatkan Pertamina. Namun jika ditarik lebih jauh, kelangkaan BBM di SPBU swasta telah terjadi sejak akhir Januari hingga awal Februari 2025.

Pada saat itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menanggapi dengan membantah adanya kendala dalam pengadaan dan distribusinya.

Menurut Bahlil, apabila terjadi kelangkaan, kemungkinan besar disebabkan oleh masalah teknis, seperti keterlambatan pengiriman BBM oleh kapal pengangkut. Ia juga menjelaskan bahwa Kementerian ESDM telah memberikan izin kepada perusahaan minyak dan gas swasta untuk mengimpor dan mendistribusikan BBM sejak Januari 2025.

“Enggak ada persoalan,” kata Bahlil saat ditemui di kantornya di Jakarta pada 3 Februari 2025.

Bahlil kemudian membandingkan kondisi pasokan BBM di SPBU swasta dengan yang ada di Pertamina. Ia menyatakan bahwa pasokan di SPBU Pertamina tetap berjalan normal dan tidak ada konsumen yang kesulitan untuk mendapatkannya.

“Berarti untuk konsumsi masyarakat itu tidak ada masalah,” ungkapnya.

Harga BBM Pertamina Turun, Shell, BP dan Vivo Naik

Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mengalami penyesuaian pada Sabtu, 1 Maret 2025. Di perusahaan pelat merah Pertamina, harga BBM nonsubsidi tercatat turun. Tapi di sejumlah SPBU swasta, harga BBM tersebut justru naik.

Leave a Reply