“Hujan semakin besar dan mulai jam lima sore langit gelap disertai angin dan petir. Pokoknya situasi mencekam,” ujarnya, Rabu (22/1/2025).
Menurut Abdullah, sebagian besar korban di Kampung Kasimpar adalah orang-orang yang berlindung di rumah-rumah warga, kafe, dan pemancingan saat banjir dan longsor terjadi. Namun kemudian terjadi longsor susulan yang lebih besar sekitar jam tujuh malam.
“Mereka juga kebingungan. Mau mundur enggak bisa karena aliran banjir deras, tapi maju juga enggak bisa karena terjadi longsor, ” tutur Abdullah.
“Kebetulan di beberapa rumah warga juga sedang ada acara sehingga korban-korban kebanyakan dari orang luar daerah,” ujarnya.

Keterangan gambar, Evakuasi korban terhambat akibat akses jalan tertutup longsor Sumber: HUMAS POLDA JATENG
Satu Rumah Satu Keluarga Terbenam Longsoran Bukit
“Ada satu rumah itu isinya satu keluarga yang sedang berteduh dan terkena longsor. Mereka dinyatakan meninggal dunia,” kata Abdulah.
Padamnya listrik yang diakibatkan longsor dan kondisi hujan menyulitkan korban selamat. Bahkan, menurut Abdullah, ada korban yang mengalami patah tulang dan terpaksa menunggu bantuan hingga keesokan harinya.
Tim medis dan relawan dari luar memang tidak dapat langsung masuk ke lokasi pada Senin malam lalu. Alasannya, akses jalan seperti jembatan dari sebelah utara Petungkriyono ambruk.
“Akhirnya bantuan dari warga sekitar juga datang hari Selasa, ada yang ditandu pakai sarung, kayu, bambu pokoknya pakai alat seadanya,” ucap Abdulah.
Pada Rabu kemarin, jalur masuk ke Petungkriyono sudah bisa diakses melalui jalur selatan. Material longsor di daerah sudah dibersihkan oleh warga yang bekerja bakti bersama relawan.
Salah satu korban selamat, Santoso, 50 tahun, menyebut ada beberapa orang yang berlindung di rumah keluarganya saat bencana terjadi.
“Mereka berlindung di rumah kami karena hujan deras dan akses jalan terputus. Niat mereka menunggu hujan reda kemudian melanjutkan perjalanan, namun bencana ini kemudian terjadi,” ujarnya.
Evakuasi Tim Gabungan SAR dan TNI AL
Jumlah korban meninggal dunia akibat longsor dan banjir bandang di Pekalongan kembali bertambah. Pada Jumat (24/1), Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi dua jenazah.
Sehingga jumlah total korban meninggal dunia pasca bencana yang terjadi pada Senin petang (20/1) menjadi 24 orang. Sampai saat ini, Tim SAR Gabungan masih mencari dua korban hilang lainnya.
Berdasar informasi dari Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal), evakuasi jenazah kedua korban itu dilakukan oleh Tim III Tanggap Bencana Pangkalan TNI AL (Lanal) Tegal yang dipimpin oleh Lettu (Mar) Anjar N. Sulistiyono.












