Anam mengatakan video eksklusif yang didapatkan itu kemudian disandingkan dengan bukti-bukti yang dimiliki Komnas HAM. Anam menambahkan bahwa video eksklusif itu memang belum tersebar luas.
“Dan kita sandingin dengan yang kami punya. Kami sedang menghitung, karena ada satu yang sangat krusial. Sepanjang pengetahuan kami, ini belum terpublikasi, dan video ini memang video yang diproduksi oleh yang meninggal,” ucapnya.
Isi video itu adalah merekam kondisi dari tribun sampai pintu 13 yang disebut sebagai tempat banyaknya korban meninggal.
“Jadi memang video ini sangat krusial, yang bisa merekam dari sejak di tribun sampai di pintu itu, dan merekam banyak hal. Dan dia sendiri bagian dari yang meninggal. Dan ini memang tribun yang banyak dibicarakan pintu tertutup itu terbuka,” katanya.
Seperti diketahui, tragedi Kanjuruhan itu terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya Sabtu (1/10/2022) malam. Penonton berhamburan masuk lapangan. Namun dihadang petugas dan dihadapi dengan tembakan gas air mata. Hal ini menimbulkan kepanikan disana sini. Laporan terbaru, jumlah korban tewas meninggal bertambah menjadi 132 orang. (tim)










