Settia

Ketika Naomi Menjadi Inspirasi Buku Ria Pasaman

Kegigihan dan konsistensi Rambu Naomi Njamur menjaga dan merawat warisan tradisi perempuan Sumba Timur sebagai perajin tenun menarik perhatian sang penulis buku Ria Indriana Pasaman. Wanita penyuka photography dan travelers ini mencoba menuangkan narasi dan memotret daya magnet wanita asal desa Watuhadang tersebut dengan latar belakang alamnya.

Ria mengagumi nilai kesederhanaan Rambu Naomi yang gigih mewarisi wanita di desanya sebagai perajin tenun. Hasil karyanya kemudian dibawa ke Jakarta untuk dapat meningkatkan kehidupannya.  Desa yang nun jauh di kampung Pau Umabara kecamatan Umalulu. Kabupaten Sumba Timur, Waingapu, NTT tak menyurutkan langkah Naomi menembus ibukota negara memperkenalkan karya tenun daerahnya.

Karakter asli kehidupan wanita desa itulah yang kemudian menginspirasi Ria Pasaman untuk mengetahui lebih jauh bagaimana perjuangan Rambu Naomi menekuni profesi sebagai perajin tenun. Perempuan berusia 40 tahun itu memiliki sikap profesional. Ia harus selalu tepat waktu, bahkan datang paling pagi saat berpameran.

“Sikap positif yang dimiliki Rambu Naomi menggugah saya untuk mendokumentasikan dan menuliskan kisahnya ke dalam sebuah buku,” tutur Ria saat ngobrol santai dengan wartawan Majalah Matra dan Editor.id di sebuah mal di kawasan Jakarta Selatan, belum lama ini.

Ria mengakui pesona Naomi juga dari tutur katanya sangat sopan dan cara Naomi menarik hati pembeli untuk memborong tenun yang dijualnya. “Ia sangat gesit membantu para pembeli memilih tenun yang sesuai dengan selera pembeli,” kata Ria menceritakan kenapa ia tertarik menulis buku tentang Naomi dan Tenun Songket Sumba.

Dalam bukunya yang konon akan ia beri judul “The Spirit of Sumbanese Women Weavers” , Ria mendeskripsikan dengan jelas siapa sosok Naomi. “Rambu Naomi memberikan spirit bagi buku saya bahwa ia adalah sosok pelestarian karya songket Tenun Indonesia,” tutur wanita yang menyelesaikan Masternya di Amerika ini.

Ria Indriana Pasaman mengenakan kain tenun perajin Sumba Timur dengan latar belakang alam Sumba Timur (koleksi facebook pribadi)

Ria benar-benar menemukan sosok mutiara yang tersembunyi di Sumba Timur. Ia kemudian mengeksplore Naomi dari berbagai sudut mulai stories, culture dan spiritnya. “Buku ini mengeksplore nature stories, culture, people, “Women Weavers”, dan urban. Bagaimana tenun ini bisa diaplikasikan. dan yang terakhir adalah behind the scene,” papar wanita yang aktif di organisasi Lions Club Jakarta Cosmopolitan (LCJC).

Leave a Reply