Kades Nyentrik ini Tubuhnya Dipenuhi Tato Layaknya Gangster, Tapi Kenapa Rakyat Memilihnya?

Pasalnya walau berpenampilan sangar dengan tato di sekujur tubuh, kades nyentrik ini dikenal warga berhati malaikat. Suami dari Erna Widiastuti ini dikenal sebagai sosok yang baik hati dan sangat dermawan sering membantu warga dan anak-anak yatim piatu di sekitarnya. Bahkan Hoho Alkaf pernah rela menjual mobil pribadinya demi untuk membantu kesusahan warga.

Hoho Al Kaff Kades Nyentrik dari Desa Purwasaba

Mobil itu digunakan sebagai mobilisasi warga, mulai dari alat transportasi ibu yang melahirkan hingga berbagai keperluan lain. Selain itu, Hoho Alkaf juga disebut-sebut juga membangun jalan di desanya menggunakan dana pribadi.

Jalan yang menjadi penghubung antara desa miliknya dengan desa lain itu tak terurus hingga bertahun-tahun. Ia pun akhirnya melakukan perbaikan, yang membuat jalan tersebut kembali bisa digunakan dengan baik dan dapat dilewati kendaraan roda empat.

Sebagai pemimpin daerah Hoho juga sangat peduli untuk melestarikan budaya warisan leluhurnya. Ia senantiasa mengajak warga masyarakat tiap tahun beramai-ramai membersihkan makam atau kuburan. Menggelar ritual doa. Semua itu dilakukan dengan tujuan agar warganya selalu ingat ayah ibu, kakek nenek, dan nenek moyang yang telah mendahului mereka.

Mengenai tato di tubuhnya, diketahui tato itu sudah ada sedari dirinya duduk di bangku SMA. Kades bertato pun mengakui bahwa stigma negatif mengenai tato memang masih ada hingga saat ini.

Hoho mengaku bahwa tubuhnya ditato lebih dari 30 kali hingga seperti sekarang ini. Yang kosong hanyalah pada bagian wajah, leher, dan juga kepala. Tato pertamanya diawali gambar bunga di bagian dada saat berkunjung ke Bali. Ketika itu, Hoho terinspirasi dari film-film gangster.

Namun dirinya tidak mempermasalahkan dengan pandangan masyarakat, dan justru lebih memilih untuk menunjukkan kinerja terbaik sebagai kepala desa. Ia ingin hijrah. Ia ingin memperbaiki masa lalunya yang kelam menjadi orang baik, orang yang bermanfaat bagi orang lain.

“’Setiap manusia pasti punya kesalahan, namun sebadung-badungnya (nakal red) seseorang kalau sudah berniat hijrah dari hati, Insya Allah pasti bisa. Tidak hanya tobat sambel saja, begitu halnya dalam berhaji, jika benar-benar niat karena Allah, pasti akan dimudahkan,” ungkapnya sebagaimana dilansir dari situs Jemaah Haji Kementrian Agama.

Bagi Hoho Alkaf, tato tidak ada hubungannya dengan kriminalitas. Selain sebagai seni, dirinya memutuskan untuk menato bagian tubuhnya adalah untuk mengabadikan momen tak terlupakan dalam hidupnya.

Prestasinya sebagai kepala desa menjadikan ia dicintai warganya. Bahkan gaungnya hingga level nasional. Video aksi-aksi out of the boxnya kembali viral di media sosial, setelah videonya di TikTok dibagikan banyak warganet.

Salah satu contoh ketika ia mencangkul sendiri untuk menyiapkan pemakaman salah satu warganya. Video dirinya naik motor memeriksa proyek pembangunan jalan desa dan jalan di sawah. Ia lakukan agar pembangunan jalan tersebut tak disalahgunakan dan tak menyalahi spesifikasi dalam RAB nya.

Leave a Reply