Jakarta, EDITOR.ID – Pelantun “Rahasia Hati” Lucky Widja atau nama lengkap nya Lucky Widjatmoko adalah salah satu vokalis utama grup band Element telah meninggal dunia pada Minggu malam, 25 Januari 2026, di usia 49 tahun di Rumah Sakit Halim, Jakarta, setelah berjuang melawan penyakit tuberkulosis ginjal yang dideritanya sejak tahun 2022.
Netizen terus penasaran karena Lucky Widja meninggal di usia muda yang masih 49 tahun.
Lucky Widja menderita komplikasi ginjal stadium lanjut (TB Ginjal) yang mengharuskannya rutin menjalani cuci darah dan beberapa kali operasi pemasangan stent dalam setahun terakhir.
Jenazahnya dijadwalkan dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada hari Senin, 26 Januari 2026, setelah waktu Zuhur.
Lucky dikenal lewat suara khasnya pada lagu-lagu hit Element seperti “Rahasia Hati”.
Selain bermusik, ia juga berkarier sebagai aktor, produser musik, dan mantan model.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan bandnya, termasuk Ferdy Tahier dan Didi Riyadi.
Berikut ini status nya Lucky Widja di media sosial:
“Beginilah hidup musisi — bahkan saat jalan-jalan pun, tetep bawa ‘tugas negara’: bikin orang lain bahagia lewat musik”.
19 September 2025: “Siapa yang menyangka impian 3 orang model untuk main band bareng bisa bertahan sampai 27 tahun: Alm. Ronny Setiawan, Lucky Wija, Didi Riyadi, merupakan 3 orang tetangga yg punya impian.. Walaupun tinggal tersisa kita berdua.. Pesannya adalah tetaplah bermimpi dan kejar mimpi itu sampai dapat.. “.
14 februari 2024: “Banyak cerita n sejarahnya.. 1. Ulang tahun Element band, kita anggep ini ultah karena taun 1999 pertama kali manggung acara Valentine bersama majalah gadis, 2. Valentine’s Day, 3. Pesta Demokrasi Indonesia, dimana hari ini kita smua menunaikan hak warga negara memilih calon presiden n wakil rakyat, 4. Hari ini kita mengeluarkan single baru yaitu “Bukan lagu cinta – rework 2024″ Sudah ada di semua platform digital”.
“Semoga hari ini dan ke depannya kita semua diberikan kesehatan, keselamatan, dan rezeki yang berlimpah..”.
.
“Terima kasih buat semua yang selalu mendukung kita, mendengarkan dan memiliki memori bersama lagu-lagu kita.. Semoga kita bisa selalu menghibur semuanya dengan karya-karya kita.. Aamiin”.
.
“Terkadang, panggung bukan tempat untuk bersinar—tapi untuk bertahan.
Semalam aku bersyukur… aku masih bisa menjadi bagian dari sebuah kehidupan. Masih diberi kesempatan untuk bernyanyi, untuk hadir, untuk terus belajar menerima diri”.
.
“Sekalian kabur sebentar dari rutinitas, cari inspirasi di jalanan, recharge energi bareng teman-teman seperjuangan. Karena buat kita, manggung itu bukan cuma kerja… itu juga bagian dari healing”.
“Katanya sih mau healing… tapi kok bawa gitar, mic, dan set panggung lengkap”?
“Terima kasih semesta. Terima kasih tubuhku. Terima kasih untuk semua yang tetap mendukung dalam diam”. (*)












