Keberanian Perempuan Desa Berorasi Dihadapan Massa Tantang Pimpinan DPR Viral, Tuntut Tuntaskan RUU Perampasan Aset

Awalnya, pamor Anik sempat tenggelam di balik nama besar suaminya, Supriyono alias Botok—Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB)—serta tokoh gerakan lain seperti Teguh Istiyanto dan Panglima Ali. Namun, keberanian Anik berorasi menyuarakan tuntutan rakyat di tengah ribuan demonstran asal Pati dan Jabodetabek mendadak mencuri perhatian publik hingga viral di berbagai media sosial.

Anik Sriningsih, aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, berorasi dan mengeluh di depan para pimpinan DPR RI di Gedung Parlemen saat aksi demonstrasi, Kamis, (27/8/2026).

Jakarta, EDITOR.ID,- Ia hanyalah seorang ibu rumah tangga asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Namun nama Anik Sriningsih mendadak viral usai aksi orasinya menggelegar, berdiri tegak di atas mobil komando dan menantang langsung pimpinan DPR untuk segera menuntaskan RUU Perampasan Aset serta memberlakukan hukuman mati bagi koruptor.

Awalnya, pamor Anik sempat tenggelam di balik nama besar suaminya, Supriyono alias Botok—Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB)—serta tokoh gerakan lain seperti Teguh Istiyanto dan Panglima Ali. Namun, keberanian Anik berorasi menyuarakan tuntutan rakyat di tengah ribuan demonstran asal Pati dan Jabodetabek mendadak mencuri perhatian publik hingga viral di berbagai media sosial.

Netizen memuji keberanian dan sikap lantang Anik yang hanya perempuan desa berani menantang pimpinan DPR untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.

Anik naik dan berdiri diatas mobil komando melakukan orasi memberi semangat warga Pati dan Jabodetabek yang sedang menggelar aksi demo di halaman Gedung DPR, Kamis (27/6/2026)

Anik Tak Percaya Penanganan Korupsi

Anik mengaku tidak percaya terhadap penanganan kasus korupsi jika koruptor hanya dirampas asetnya. Dia tegas meminta koruptor dihukum mati.

“Kalian ini ingin rakyat sejahtera apa tidak? Kalau ingin, hukum mati koruptornya,” ucap Anik yang kemudian mendapat tepuk tangan massa pendemo yang berada dibawah mobil Komando.

Keberanian Anik Sriningsih Hadapi Pimpinan DPR, Vokal Minta Koruptor Dihukum Mati

Keberanian Anik berorasi dan mengkritik para wakil rakyat di depan para pimpinan DPR RI di Gedung Parlemen saat aksi demonstrasi, Kamis, (27/8/2026) viral dan beredar luas di media sosial.

Sentil Pimpinan DPR Pakai Logika Rakyat Kecil

Dengan gaya bahasa Indonesia bercampur Jawa yang khas, Anik tanpa ragu melontarkan kritik tajam yang menghujam langsung ke arah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat audiensi berlangsung.

“Saya jauh-jauh datang dari Pati ke sini dengan dua tuntutan, Pak. Satu, perampasan aset koruptor. Dua, hukum mati koruptor,” cetus Anik yang disambut gemuruh tepuk tangan riuh peserta aksi.

“Kenapa pengedar narkoba langsung dihukum mati, Pak? Kenapa koruptor tidak dihukum mati, Pak?” tanya Anik kepada Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Anik menegaskan ketidakpercayaannya pada penanganan korupsi yang terlampau lunak. Ia bahkan membandingkan ketimpangan hukum di Indonesia dengan nasib rakyat kecil yang kerap dihakimi massa.

Kemudian, dia membandingkan hukuman yang diterima koruptor dengan nasib seorang pencuri di Bali yang tewas dianiaya massa hingga kasusnya sempat viral.

“Orang yang mencuri ayam di Bali itu dipukuli, padahal hanya merugikan satu orang. Koruptor merugikan bangsa! Bagaimana jika dipukuli oleh seluruh bangsa? Kalau tidak, dihukum mati. Mau tidak, Pak? ” serunya lantang.

Rekam Jejak Pasang Badan dan Luka Trauma Pemerasan

Keberanian Anik bukanlah gertakan sambal. Selama ini, ia dikenal vokal mendampingi perjuangan suaminya, Botok, dalam mengawal isu-isu kebijakan daerah hingga aksi protes terhadap Bupati Pati, Sudewo.

Anik tak ragu pasang badan di lapangan, termasuk saat menuntut pembebasan suaminya yang sempat ditahan Polda Jateng akibat pemblokiran Jalur Pantura pada akhir 2025 lalu.

Sikap kritis Anik lahir dari pengalaman pahit menjadi korban kezaliman oknum penegak hukum. Ia membeberkan pernah menjadi korban pemerasan hingga ratusan juta rupiah oleh oknum polisi dan jaksa di Kejari Pati saat mengurus kasus hukum suaminya pada 2021 silam.

Luka trauma akibat pemerasan dan bobroknya sistem hukum itulah yang mendorong perempuan desa ini membakar semangat massa di Senayan. Aksi berani pasutri Botok dan Anik ini tak hanya mengangkat citra pergerakan warga Pati di kancah nasional, tetapi juga menjadi tampar keras bagi para wakil rakyat di Senayan. ***

Leave a Reply