Miris, Terpaksa Mencuri Demi Bayar Sekolah Anak, Maling di Mojokerto Tinggalkan Surat Minta Maaf, dan Balikin Uang Curian Dicicil

Bersama kedua anaknya yang masih duduk di kelas V dan VI SD, si maling mendatangi rumah korban dan mengembalikan uang curian dengan cara dicicil. Nasib yang dialami pencuri ini justru membuat korban tak tega dan mencabut laporan ke polisi.

Terpaksa Mencuri Buat Bayar Sekolah Anaknya, Maling Tinggalkan Surat Minta Maaf dan Kembalikan Uang Curian

Mojokerto, Jawa Timur, EDITOR.ID,- Kisah memilukan. Seorang bapak di Mojokerto terpaksa mencuri uang demi untuk membayar sekolah anaknya. Usai mengambil uang, sang maling meninggalkan secarik kertas berisikan tulisan tangan pelaku yang meminta maaf kepada korban, dirinya terpaksa mencuri buat bayar sekolah anaknya dan berjanji tidak akan lagi mengulangi perbuatannya.

Selain itu pelaku dalam surat yang ditinggalkan di tempat kejadian, berjanji akan menggembalikan uang curian.

Janji tersebut akhirnya ditepati si maling. Bersama kedua anaknya yang masih duduk di kelas V dan VI SD, si maling mendatangi rumah korban dan mengembalikan uang curian dengan cara dicicil. Nasib yang dialami pencuri ini justru membuat korban tak tega dan mencabut laporan ke polisi.

Kisah ini terjadi di Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Kasus ini viral dan menyita perhatian di media sosial.

Kronologi kejadian

Usai menggasak uang korban seorang pemilik toko kelontong, si maling meninggalkan surat permintaan maaf.

Dalam suratnya, pria tersebut meminta maaf dan mengaku nekat mencuri karena terdesak. Pelaku sebut uang hasil curian digunakan bayar biaya pendidikan semesteran anaknya.

Pelaku berjanji mengganti uang yang dicuri, Rp 352 ribu, setelah menerima gaji. “Saya baca ternyata surat dari maling itu isinya minta maaf, katanya masalah mencuri itu buat biayai anaknya sekolah,” ucap korban.

Berikut isi surat yang ditulis tangan pelaku pencurian di Mojokerto:

Bapak/Ibu ngapunten seng katah, saya kepepet pak buk butuh uang. Nyari pinjaman nggak ada buat bayar semester anak saya. Kalau nggak kebayar nggak bisa ikut. Uang Bapak Rp 325.000, saya gajian dua minggu lagi saya kembalikan Rp 400.000.

Mohon maaf pak buk. Sekolah anak saya gak bisa ditunda. Saya pertama kali mencuri. Saya gak bakal ulangi lagi.

Dari informasi yang dihimpun, pelaku berinisial P, 35 tahun, warga Krembung, Kabupaten Sidoarjo.

Korban Terkejut Mencuri Demi Buat Bayar Sekolah

Korban atau pemilik tokok Alfin Setyo Tunggal, 37 tahun sangat terkejut karena maling yang membawa kabur uangnya meninggalkan surat permintaan maaf.

Alfin bercerita bahwa kejadian itu terjadi pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Dalam suratnya, pelaku berdalih bahwa dia terpaksa mencuri untuk membayar biaya sekolah anaknya.

Maling Menepati Janji Kembalikan Uang Curian

Pelaku berjanji akan mengganti uang yang dicuri, yaitu Rp 352 ribu, setelah menerima gaji dua minggu lagi. Janji itu rupanya ditepati oleh pelaku.

Dua hari setelah insiden, Rabu (10/6/2026), korban kembali menerima surat dari pelaku.

Kali ini bukan hanya ucapan permintaan maaf, tapi juga uang sebesar Rp 120 ribu yang dimaksud untuk mencicil uang hasil curian.

Berikut isi surat kedua yang ditulis oleh pelaku:

Assalamualaikum Pak! Pangapunten ingkang katah sakderenge mengenai kejadian wingi niko. Kulo nggadeh nyotro namun sakmenika damel nyicil.

Artinya:
Sebelumnya mohon maaf sebesar-besarnya mengenai kejadian kemarin itu. Saya ada uang namun hanya untuk mencicil.

“Saya ditelepon oleh perempuan yang mengaku sebagai teman pelaku, saat itu lagi antar istri ke rumah sakit. Dia memberikan surat (yang ditulis pelaku) dan uang Rp 120 ribu,” ujarnya, dikutip dari Jawa Pos Radar Mojokerto, Minggu (14/6/2026).

Pelaku Bawa Kedua Anaknya Datangi Korban

Pada keesokan harinya, Kamis sore (11/6/2026), Alfin kembali dikagetkan dengan kedatangan pelaku di rumahnya setelah insiden. Ia bahkan membawa dua anaknya.

Korban mengatakan bahwa kedatangan pelaku adalah untuk meminta maaf secara langsung kepadanya.
“Dia (pelaku) jalan kaki dengan dua anaknya, itu yang membuat saya jadi tidak tega,” imbuhnya kepada awak media.

Dua anaknya yang masih duduk di kelas V dan VI SD diajak untuk meyakinkan Alfin bahwa aksi pencurian dilakukan karena alasan terdesak. Motifnya adalah untuk membayar uang semesteran sekolah anaknya.

“Kekurangan sudah saya anggap lunas, tapi masih dikasih lagi Rp 200 ribu,” ucap Alfin.

Setelah si maling secara jujur dan gentleman mengakui kesalahan dan mengembalikan uang curian, Alfin akan mencabut laporan polisi yang dilayangkan di Polsek Pungging, Mojokerto.

Kronologi Pencurian

Korban Alfin menceritakan pencurian tersebut terjadi pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Pada siang bolong itu, datang laki-laki dengan penampilan mencurigakan.

Pelaku mengenakan hoodie hitam, jeans, topi, lengkap dengan masker. “Dia (pelaku) keluar-masuk (toko saya), saya curiga karena dia pakai masker,” ujar korban, dikutip dari Jawa Pos Radar Mojokerto, Minggu (14/6).

Kecurigaan Alfin terbukti setelah pelaku kedapatan mengambil barang dari dalam toko. Meskipun tertangkap basah, pelaku sempat mengelak dari tuduhan pencurian.

Setelah didesak, pelaku mengakui mencuri enam bungkus rokok. Karena pelaku menyesali perbuatannya dan mengembalikan barang tersebut, Alfin memaafkan dan membiarkannya pergi.

Tak lama, Alfin menyadari uang dalam toko juga raib. Upaya pengejaran sempat dilakukan, namun pelaku kabur menggunakan sepeda motor Honda Revo merah.

Kasus pencurian akhirnya dilaporkan ke Polsek Pungging, Mojokerto. Sehari setelah kejadian, istri Alfin menemukan secarik kertas berisi tulisan tangan pelaku, diletakkan di depan rumah mereka.

Dalam suratnya, pria tersebut meminta maaf dan mengaku nekat mencuri karena terdesak. Pelaku sebut uang hasil curian digunakan bayar biaya pendidikan semesteran anaknya.

Pelaku berjanji mengganti uang yang dicuri, Rp 352 ribu, setelah menerima gaji. “Saya baca ternyata surat dari maling itu isinya minta maaf, katanya masalah mencuri itu buat biayai anaknya sekolah,” ucap korban. ****

Leave a Reply