Viral Dosen Universitas Andalas Cabuli 9 Mahasiswinya Jika Tak Nurut Tak Lulus

Kasus ini terkuak setelah video dugaan pencabulan yang dilakukan KC terhadap salah satu mahasiswi bernisial X beredar luas dan viral di media sosial. Korbannya sembilan mahasiswinya sendiri yang dipaksa melakukan tindak asusila di bawah ancaman.

“Kata senior-senior, pelaku sudah memulai aksinya sejak tahun 2000an,” ujar saksi E dikutip Harianhaluan.com.

Saksi E juga mengingatkan agar proses penyelesaian kasus dugaan pencabulan ini harus lebih hati-hati, mengingat dosen KC akan menebar teror disertai ancaman yang mengatasnamakan masyarakat.

“Pelaku tidak punya power, dia hanya punya power karena dia pribumi. Hati-hati dia akan menebarkan teror dan akan mengancam dengan mengatasnamakan masyarakat,” tutup saksi E.

Kalangan BEM FIB-Unand berupaya berkoordinasi dengan para alumni untuk memberikan advokasi terhadap korban dan mahasiswa lainnya. Sebab, kasus kekerasan seksual di Unand ini berdampak pada psikologi mahasiswa. “Kami berharap aparat hukum turun tangan. Alumni pun memberi tekanan kepada pihak kampus agar tindakan tegas yang konkret,” tandasny

Sementara itu, Rektor Unand Yuliandri mengklaim sudah bertindak tegas atas kasus yang menimpa delapan mahasiswi FIB. Kini para korban sudah ditangani Satgas PPKS. “Para korban dalam perlindungan satgas. Mereka terus kami kembalikan mentalnya. Korban terus diberikan trauma healing,” ujarnya.

Untuk oknum dosen berinisial KC, ujar Yuliandri, pihaknya sudah menindak tegas. Tahap awal baru dinonaktifkan dari sebagai dosen sejak dua bulan lalu. Kemudian kasus itu dikoordinasikan dengan Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemendikbudristek. “Kami menunggu hasil rekomendasi satgas,” ujar Yuliandri.

Sementara untuk nasib KC ke depannya sebagai dosen aparatur sipil negara (ASN) tergantung keputusan Irjen Kemendikbudristek. “Kami tidak mau mendahului. Potensi (dipecat dari PNS, red) itu ada,” ujarnya. (tim)

Leave a Reply