Settia

Vaksin Corona Buatan Rusia Sukses Hasilkan Antibodi

EDITOR.ID, Vaksin corona atau covid-19, Sputnik buatan Rusia dinyatakan telah berhasil menghasilkan antibodi untuk melawan virus tersebut pada tubuh manusia.

Hal ini dinyatakan dalam jurnal kesehatan internasional, The Lancet yang dirilis akhir pekan lalu.

Dalam jurnal tersebut dinyatakan bahwa tidak ada efek samping yang serius dalam penggunaan vaksin tersebut

Vaksin ini sudah dinyatakan sebagai vaksin covid-19 pertama di dunia dan mendapatkan persetujuan dari otoritas kesehatan Rusia untuk bisa digunakan pada manusia bulan lalu.

Sebagai catatan, jurnal tersebut adalah salah satu jurnal pengobatan paling dikenal dan tertua di dunia, dan disebut sebagai salah satu jurnal pengobatan paling prestisius di dunia.

Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada 1823 oleh Thomas Wakley, seorang ahli bedah dari Inggris.

Dalam uji cobanya, vaksin Rusia ini diberikan kepada subjek penelitian sebanyak 38 orang dalam rentang usia 18-60 tahun. Masa penelitian dilakukan selama 42 hari.

“Dalam uji coba yang dilakukan kepada 38 orang dalam 42 hari itu, tenaga medis tidak menemukan adanya efek samping serius di antara para relawan dan dipastikan vaksin merespon antibodi,” tulis jurnal tersebut, dikutip sejumlah media internasional.

Setelah dilakukan injeksi, uji coba jangka panjang juga bakal dilakukan untuk memantau apakah vaksin tersebut bisa mencegah Covid-19 dalam waktu yang lebih lama.

Akhir bulan lalu Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa vaksin Sputnik telah disetujui oleh pemerintah aman dan efektif melawan virus corona. Pernyataan tersebut merupakan tanggapan atas sikap skeptis dunia internasional terhadap vaksin ini.

“Sangat jelas bagi spesialis kami bahwa hari ini vaksin itu membentuk kekebalan yang tahan lama … dan aman,” kata Putin.

Bahkan, putri Putin sendiri juga ikut menjadi relawan dalam uji coba vaksin yang diproduksi oleh Gamaleya Institute di Moskow dengan bantuan Kementerian Pertahanan Rusia.

Namun demikian para ahli memperingatkan bahwa menggunakan vaksin yang belum teruji yang belum terbukti aman atau efektif pada akhirnya dapat merusak respons terhadap pandemi dan menciptakan ketidakpercayaan masyarakat.

Otoritas Rusia, sebagaimana dilansir AP, telah berulang kali berjanji bahwa uji coba vaksin lanjutan akan diteruskan dan akan melibatkan 1.600 sukarelawan. Pejabat kesehatan Rusia juga telah mengeluarkan izin untuk memulai uji coba lanjutan dengan 40.000 sukarelawan. (Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *