Hendy ternyata pernah menjadi penyidik muda KPK periode 2008-2012. Berarti saat itu, pangkatnya masih Iptu dan AKP.
Saat menjadi perwira menengah (pamen), Hendy menduduki posisi kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada 2016. Dia pun mendapat promosi menjadi Kapolres Karawang pada 2017. Setelah itu, ia ditarik ke Bareskrim Polri pada 2018.
Berikutnya, ia menjabat Wadir Reskrimsus Polda Banten pada 2021 dan Wadir Reskrimsus Polda Metro Jaya pada 2021-2022. Kini, ia menjabat Direktur Reskrimsus Polda Kalimantan Utara.
Ada blunder menonjol yang sempat menimpa AKBP Hendy ketika menjabat Kapolres Karawang.
Sebagaimana dilansir dari Republika.co.id, ketika itu Hendy berada di tengah pendemo yang di kawasan Teluk Jambe Timur, Karawang pada 8 Mei 2018. Warga kala itu melakukan unjuk rasa di kawasan Karawang International Industrial City (KIIC), tepatnya depan PT Indotech.
Hendy yang meminta pendemo yang memaksa masuk kawasan pabrik untuk bertindak tertib. Karena peringatan petugas tidak diindahkan pendemo, ia pun membuat ultimatum kepada para pendemo.
Mau dari Kopassus saya gulung semua, saya tidak pernah peduli. Kalau saya menegakkan kebenaran, siapa pun di hadapan saya, akan saya gulung semua,” ucap Hendy.
“Apalagi kalau ada Marinir di depan saya, harusnya lebih taat aturan, harus bisa mengendalikan masyarakat sipil,” kata Hendy dalam video yang viral kala itu.
Tidak lama setelah itu, muncul video permintaan maaf dari Hendy. Dia membuat video didampingi dua perwira Marinir berpangkat Letkol. Tidak berselang lama setelah itu, Hendy dimutasi dari posisi kapolres Karawang.
“Assalamualaikum Wr Wb, berkaitan dengan beredarnya video pengamanan unjuk rasa yang berisi tentang penyebutan oleh diri saya terkait institusi Marinir, maupun Panglima, saya secara pribadi dengan segala kerendahan hati meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pimpinan TNI, dan khususnya kepada keluarga besar Korps Marinir,” ucap Hendy dalam video.
Kini, Hendy yang berpangkat Kombes namanya diungkap KPK sebagai orang suruhan Hasto. “Petugas termohon (KPK) malah digeledah tanpa prosedur, diintimidasi, dan mendapatkan kekerasan verbal dan fisik oleh Hendy Kurniawan dan kawan-kawan,” kata Tim Hukum KPK Iskandar Marwanto.
Mabes Polri siap memproses Kombes Hendy Febrianto Kurniawan yang dikabarkan menggagalkan proses operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dan kader PDIP Harun Masiku pada 8 Januari 2020. Hendy disebut melindungi Hasto hingga penyidik KPK gagal menangkap target.












