GRII juga telah mencatat pergerakan yang dilakukan oleh jemaat itu selama kurun waktu 10 hari di gereja. Jemaat yang pernah mengunjungi ruangan yang juga dikunjungi korban juga diminta untuk melakukan pemeriksaan corona di rumah sakit.
“Dimohon bagi Bapak/Ibu yang merasa pernah berada di lokasi tersebut dan saat ini merasa tidak enak badan agar segera memeriksakan diri ke dokter dengan menyebutkan potensi kontak dengan pasien covid 19,” demikian imbauan dari gereja.
Pengurus Gereja menyatakan belum ada rencana untuk meniadakan kegiatan peribadatan di GRII.
“Gereja mengimbau jemaatnya untuk saling menjaga jarak kurang lebih satu meter saat beraktivitas bersama,” katanya.
Selanjutnya pengurus menyatakan semua ruangan gereja telah dibersihkan. Kemudian memutuskan kegiatan tengah Minggu untuk sementara ditiadakan.
Para jemaat yang sedang sakit diimbau untuk tidak beraktivitas ke luar rumah dan mengenakan masker apabila batuk dan pilek. Pengurus gereja juga menyarankan untuk selalu menjaga kebersihan, dan sering cuci tangan.
“Dalam kurun waktu epidemi virus corona, jemaat diimbau untuk menghindari kegiatan yang tidak penting dan menghindari kerumunan besar. Segala aktivitas yang dilakukan bersama oleh jemaat, seperti makan bersama, doa bersama, persekutuan, disarankan untuk menjaga jarak kurang lebih kurang lebih satu meter, antara satu dengan yang lain,” tulisnya.
Surat pengumuman itu ditandatangani oleh pendeta berinisial TN atas nama pimpinan jemaat gereja. Sementara itu di kop surat pengumuman tertulis alamat lengkap gereja berikut nomor telpon dan email.
Sebelumnya Gubernur Banten Wahidin Halim melalui siaran pers, Selasa (17/3/2020) mengumumkan lima warga yang positif Covid-19. Satu di antaranya disebut meninggal dunia. Pasien positif yang meninggal tersebut merupakan warga yang tinggal di Pondok Aren, Tangerang Selatan.
“Dari lima warga yang positif, satu orang meninggal,” kata Wahidin.
Selain pasien positif yang meninggal itu, tiga pasien positif lainnya di Banten berasal dari Kabupaten Tangerang, dua dari Kecamatan Kelapa Dua dan satu orang dari Kecamatan Curug. Kemudian, satu orang lagi dari Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Kini mereka masih dalam perawatan.
Pemerintah menyebut jumlah pasien virus corona bakal melonjak drastis. Setidaknya ada beberapa faktor yang menyebabkan potensi peningkatan jumlah pasien corona itu terjadi.
Juru bicara pemerintah RI untuk kasus corona Achmad Yurianto mengatakan, salah satu faktornya karena pemerintah terus aktif melakukan pelacakan atau tracing terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan pasien positif virus Covid-19.










