Settia

PSI Tangsel Partai Pertama Daftarkan Bacaleg ke KPU

Jajaran pengurus DPD PSI Tangerang Selatan dipimpin Ketua DPD Andreas Arie Nugroho mendaftarkan Bacaleg PSI sebagai Calon Legislatif DPRD II Tangerang Selatan pada Pemilihan Umum 2019 nanti. (Foto: Ist)

EDITOR.ID, Tangerang Selatan,- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tangerang Selatan menjadi partai pertama yang mendaftarkan Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) nya ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat.

Sedikitnya 37 Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) PSI didaftarkan oleh Ketua DPD PSI Tangsel Andreas Arie Nugroho. Ketua DPD PSI didampingi jajaran pengurus PSI Tangerang Selatan seperti Sekjen PSI Tangsel Ferdiansyah, dan para Ketua DPC diantaranya, Ketua DPC Ciputat Bima Januri, Ketua DPC Pamulang Faishal, Ketua DPC Serpong Utara Aji Bromokoesoemo dan para Bakal Calon Legislatif.

Kedatangan jajaran pengurus DPD PSI Tangsel ke kantor KPUD diterima langsung oleh jajaran Komisioner KPU Tangsel lengkap. Termasuk Ketua KPUD Tangsel Bambang Dwitoro dan jajarannya. Pertemuan antara Pengurus dan Bacaleg PSI Tangsel dengan jajaran Komisioner KPUD Tangsel berlangsung dalam suasana mencair penuh persahabatan.

PSI merupakan partai pertama yang mendaftarkan para Bakal Calon Legislatifnya di Tangerang Selatan. KPUD Tangsel menyambut positif pendaftaran Bacaleg PSI Tangsel yang lebih awal dari parpol lainnya. Hal ini akan membantu memudahkan tim verifikasi dokumen administrasi Bacaleg untuk melakukan penelitian dan verifikasi administrasi.

Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tangsel Andreas Arie Nugroho mengungkapkan, partainya telah menseleksi lebih dari seratus Bakal Calon Legislatif(Bacaleg) PSI berdasarkan kompetensi, integritas, rekam jejak dan keberpihakan mereka para Bacaleg untuk benar-benar memberikan tenaga dan pikirannya bekerja kepada rakyat.

“Para Bacaleg yang kami daftarkan ini adalah mereka yang telah lolos dari seleksi yang kami lakukan secara transparan dengan melibatkan tokoh akademis, tokoh masyarakat, dan pakar untuk menjadi tim penilai yang bisa meloloskan mereka sebagai calon dari PSI,” ujar pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah ini disela-sela pendaftaran di kantor KPUD Tangsel kawasan BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (14/7/2018)

Para Bacaleg yang akan disumbangkan PSI kepada warga Tangerang Selatan untuk mewakili aspirasi mereka berasal dari berbagai kalangan. Ada yang latarbelakangnya pekerja sosial, aktivis masyarakat, profesional perusahaan, dosen, wartawan, advokat, dan swasta.

“Seluruh calon legislatif yang kami dedikasikan kepada rakyat Tangsel seratus persen bukan mantan politisi atau sudah berpengalaman di dunia politik. Semua Bacaleg kami adalah orang-orang yang belum pernah terjun ke politik, mereka adalah pendatang baru di dunia politik namun kami pilih berdasarkan integritas mereka yakni kejujuran dan keberpihakan pada rakyat,” kata Andreas.

Andreas berharap dengan menghadirkan Bacaleg yang benar-benar “fresh” dari kepentingan politik pragmatis maka suara yang diberikan warga Tangsel kepada Bacaleg PSI bisa dipertanggungjawabkan. PSI berkomitmen bahwa Calegnya memang akan benar-benar bekerja keras untuk membawa kepentingan rakyat Tangsel.

“Partai PSI ingin wakil rakyat yang dipilih rakyat Tangsel adalah mereka yang benar-benar niatnya bekerja untuk rakyat, bukan mencari kekayaan atau berpotensi akan melakukan korupsi, kami jaga betul para Bacaleg kami dari masalah korupsi, mekanisme yang kami lakukan di partai kami sangat ketat dan transparan, sedikit Caleg kami terindikasi korupsi langsung kami grounded,” paparnya.

Sekretaris DPD PSI Tangsel Ferdiansyah menambahkan, dalam mempersiapkan dokumen administrasi, para Bacaleg PSI diajarkan bekerja sesuai prosedur dan dilarang melakukan perbuatan tidak terpuji. Misalnya melalui jalur belakang, menyuap petugas, dsbnya.

Mereka diwajibkan mengurus semua dokumen tanpa diwakilkan dan harus mengikuti aturan dan prosedur secara transparan.

“Ini untuk pembelajaran kita bahwa PSI sejak awal mengajarkan semua kader PSI agar taat hukum dan berpihak pada keadilan, tidak boleh mengedepankan kekuasaan dan budaya suap,” kata Ferdiansyah.

Pola ini, lanjut Ferdiansyah, membuat para Bacaleg PSI mengalami ujian kedua (setelah ujian pertama seleksi,red) yakni merasakan bagaimana lika-liku mengurusi dokumen dan menghadapi birokrasi.

“Mereka harus berjuang dan bekerja keras bolak-balik mengurus dokumen dan belajar menghadapi birokrasi dan pelayanan publik, agar nanti ketika mereka memang terpilih sebagai wakil rakyat bisa merasakan bagaimana rakyat selama ini mendapatkan layanan publik dan PSI bertekad akan mengubah budaya layanan publik menjadi lebih mudah dan ramah kepada rakyat,” paparnya. (tim)

Leave a Reply