JAKARTA, EDITOR.ID — Istana mendadak gempar. Sejumlah tokoh nasional, kritikus, budayawan, aktivis, konglomerat, mantan Menteri hingga mantan Ketua MK beramai-ramai merapat ke Istana Negara. Mereka akan mendapat “job” baru atau jabatan dari Presiden Prabowo Subianto untuk duduk di kursi empuk Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres)
Prabowo akan melantik para tokoh tersebut di Istana Kepresidenan pada Jumat (2/10/2026). Pelantikan ini mendadak menjadi pusat perhatian publik.
Kehadiran sejumlah tokoh nasional dengan latar belakang yang sangat kontras—mulai dari akademisi kritis, mantan petinggi lembaga negara, hingga tokoh agama—sukses memicu gempar lini masa dan media sosial.
Dua nama yang paling menyita sorotan tajam warganet dan awak media di lokasi adalah pengamat politik sekaligus aktivis senior Rocky Gerung serta mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman.
Gaya Khas Rocky Gerung dan Konfirmasi Anwar Usman
Rocky Gerung: Tiba di Istana Negara sekitar pukul 14.31 WIB dengan balutan setelan jas formal lengkap. Saat dikeroyok pertanyaan oleh awak media terkait kepastian pelantikannya, Rocky tampil santai khas gayanya dan menyebut kehadirannya kali ini untuk menghadiri acara “radical break” sebelum melenggang masuk ke area dalam Istana.
Anwar Usman: Hadir memenuhi undangan resmi kenegaraan. Saat dikonfirmasi wartawan mengenai posisinya, ia menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah demi kepentingan bangsa dan negara sebagai warga negara yang taat konstitusi.
Gerbong Tokoh Strategis: Dari Pratikno hingga Hatta Rajasa
Selain kedua figur tersebut, deretan tokoh penting lintas sektor turut terpantau merapat ke Istana sejak siang hari. Berdasarkan informasi yang dihimpun, struktur kepemimpinan inti Wantimpres periode ini diproyeksikan diisi oleh figur-figur berpengalaman : yakni
Ketua Wantimpres: Prof. Pratikno (mantan Menko PMK)
Wakil Ketua Wantimpres: Hatta Rajasa (mantan Menko Perekonomian)
Jajaran Anggota Lintas Sektor: Diisi oleh total sekitar 23 tokoh penting dari berbagai latar belakang, mulai dari tokoh keagamaan seperti KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Prof. M. Quraish Shihab, pengusaha nasional seperti Chairul Tanjung dan Dato Sri Tahir, hingga kalangan pakar hukum serta purnawirawan militer.
Urgensi dan Peran Strategis Wantimpres di Era Prabowo
Kehadiran formasi gemuk yang diisi oleh 23 tokoh lintas spektrum ini menegaskan komitmen Presiden Prabowo dalam merangkul multi-perspectives (perspektif majemuk) dalam proses perumusan kebijakan makro negara.
Sesuai dengan mandat undang-undang, Wantimpres berkedudukan langsung di bawah Presiden dan bertugas memberikan nasihat serta pertimbangan strategis—baik diminta maupun tidak—guna meminimalkan risiko kesalahan dalam pengambilan keputusan krusial nasional. Keberadaan lembaga ini bersifat non-eksekutif, bertindak murni sebagai wadah think-tank tingkat tinggi bagi kepala negara.
Bagaimana pandangan Anda melihat bergabungnya figur-figur dengan latar belakang yang begitu beragam ke dalam gerbong penasihat resmi Presiden Prabowo ini?
Keputusan Presiden (Keppres) sore ini, atau ingin tahu posisi definitif yang diemban oleh Rocky Gerung dan Anwar Usman di dalam struktur dewan tersebut, 23 Anggota Wantimpres Periode 2026.
Struktur Wantimpres sore ini dipimpin oleh kombinasi kepemimpinan inti serta 21 anggota lintas latar belakang:
Pimpinan Inti:
1. Prof. Pratikno – Ketua Wantimpres
2. Hatta Rajasa – Wakil Ketua Wantimpres
Jajaran Anggota:
3. Shinta Nuriyah Wahid
4. Budi Gunawan
5. Agum Gumelar
6. Letjen TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana
7. Philip Kuntjoro Widjaja
8. Jusuf Wanandi
9. Anwar Usman
10. Jusuf Hamka (Babah Alun)
11. Rocky Gerung
12. KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)
13. Anwar Iskandar
14. Budi Tanuwibowo
15. Soekarwo (Pakde Karwo)
16. Margarito Kamis
17. Mohamad Hatta
18. Muhammad Qodari
19. Chairul Tanjung
20. Djamari Chaniago
21. KH Said Aqil Siradj
22. Syahganda Nainggolan
23. Prof. M. Quraish Shihab (*)












