Jakarta, EDITOR.ID,- Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan perombakan besar-besaran sejumlah jabatan kepala kepolisian daerah (kapolda). Salah satu jenderal yang mendapatkan promosi penugasan adalah Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan. Irjen Herry Heryawan ini dipercaya mengemban amanah menjabat sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam Polri).
Irjen Pol Herry Heryawan selama ini dikenal sebagai perwira Polri yang tanggap dan gerak cepat. Sejumlah kasus besar berhasil ia bongkar.
Kini ia memimpin Kabaharkam Polri yang merupakan jabatan strategis yang diisi oleh jenderal bintang tiga. Dengan demikian, Irjen Herry Heryawan selangkah lagi mendapatkan kenaikan pangkat menjadi jenderal bintang tiga di pundaknya.
Pergantian jabatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Mengisi kekosongan jabatan Kapolda Riau, Kapolri menunjuk Irjen Arman Achdiat sebagai pengganti Irjen Herry Heryawan.
Ketua Dewan Redaksi EDITOR.ID Asri Hadi Apresiasi Penunjukan Irjen Herry Heryawan sebagai Kabaharkam Polri
Ketua Dewan Redaksi EDITOR.ID, Asri Hadi, menyampaikan ucapan selamat yang hangat atas penugasan baru Irjen Pol Herry Heryawan sebagai Kabaharkam Polri. Penunjukan ini dinilai sebagai langkah strategis yang sangat tepat untuk memperkuat institusi Kepolisian Republik Indonesia.
Menurut Asri Hadi, Irjen Herry Heryawan merupakan sosok perwira tinggi Polri yang memiliki rekam jejak gemilang sebagai pekerja keras. Dedikasi serta integritas yang ditunjukkan selama masa pengabdiannya dinilai sudah tidak diragukan lagi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kepercayaan Kapolri menunjuk Irjen Herry Heryawan sebagai Kabaharkam Polri sudah sangat tepat,” ujar Asri Hadi saat memberikan apresiasinya.
Karakter Kepemimpinan yang Tegas dan Humanis
Lebih lanjut, Asri mengungkapkan bahwa dirinya mengenal secara dekat sosok Herry Heryawan. Di mata Asri, sang jenderal dikenal sebagai figur yang ramah dan santun dalam pergaulan sehari-hari, namun tetap memiliki ketegasan yang tinggi ketika memimpin anak buah serta menjalankan tugas pokok melindungi dan mengayomi masyarakat.
Kombinasi kepemimpinan yang humanis dan profesional ini diyakini mampu membawa Korps Baharkam Polri semakin solid dan dicintai masyarakat.
Doa dan Harapan untuk Tugas Baru
Menutup pernyataannya, Asri Hadi turut memanjatkan doa agar Irjen Pol Herry Heryawan senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah SWT dalam mengemban amanah baru yang sarat tanggung jawab ini.
“Saya mendoakan agar Bapak Herry Heryawan senantiasa diberikan kesehatan jasmani maupun rohani. Beliau diberikan kemudahan dan kelancaran dalam setiap langkah pengabdian. Dan semakin sukses membawa kemajuan bagi institusi Polri dan bangsa Indonesia,” ujar Asri Hadi.
Jejak Herry Heryawan: Reserse Narkoba, Densus 88 hingga Kini Jadi Kabaharkam
Herry Heryawan yang akrab disapa Herrimen ini punya sepak terjang yang cemerlang. Ia beberapa kali sukses menangani kasus-kasus besar saat berkarir, mulai saat masih jadi Kapolres Depok hingga membuat kebijakan Green Policing saat jadi Kapolda Riau.
Berikut sepak terjangnya:
Kasus Narkoba Satu Ton
Saat menjabat Kapolresta Depok. Ia bersama Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta ikut melakukan pengintaian terhadap jaringan narkoba yang akhirnya digerebek di Anyer, Banten.
Pengintaian dilakukan sekitar dua bulan. Polisi akhirnya menyita 1 ton sabu dan menangkap sejumlah orang pada 13 Juli 2017.
Kasus Pengungkapan Kokain milik Richard Muljadi
Pada 22 Agustus 2018, Herry yang saat itu tercatat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Penindakan Densus 88 Polri, sedang berada di sebuah restoran di Pacific Place, SCBD.
Ia mencurigai gerak-gerik Richard Muljadi, kemudian masuk ke area toilet dan mendapati Richard menggunakan kokain. Herry kemudian menangkapnya dan menyerahkan Richard kepada anggota Polda Metro Jaya.
Kasus Ratusan Kilogram Sabu di Serang
Pada 2020, Kombes Herry Heryawan mengungkap peredaran 828 kg sabu di sebuah gudang di Serang, Banten, pada 19 Mei 2020. Penyelidikan jaringan tersebut sudah dimulai sejak Desember 2019.
Saat itu, Herrimen menjabat sebagai bagian dari Satgassus Merah Putih.
Direktur Sidik Densus 88
Pada Desember 2021, Herry mendapat promosi menjadi Direktur Sidik Densus 88. Bersamaan dengan pengangkatan tersebut, pangkatnya naik menjadi Brigadir Jenderal Polisi.
Posisi tersebut menempatkannya sebagai salah satu pejabat utama dalam fungsi penyidikan di Densus 88.
Perjalanan Herry dari fungsi reserse umum, narkotika, hingga penindakan terorisme membuat pengalaman operasionalnya mencakup sejumlah bidang penegakan hukum.
Naik Menjadi Irjen dan Bertugas di Kemendagri
Pada November 2023, Herry naik pangkat dari Brigjen menjadi Irjen.
Saat itu ia tercatat sebagai Staf Khusus Menteri Dalam Negeri.
Penugasan ini fase berbeda dalam karier Herry. Setelah bertahun-tahun berada di fungsi operasional kepolisian, ia menjalankan tugas di lingkungan pemerintahan dan menangani bidang yang berkaitan dengan hukum dan keamanan.
Menjadi Kapolda Riau
Pada 2025, Herry kembali mendapat jabatan operasional. Ia ditunjuk menjadi Kapolda Riau menggantikan Irjen Mohammad Iqbal.
Di Riau, sejumlah perkara yang ditangani di bawah kepemimpinannya kembali berkaitan dengan isu yang selama ini menjadi bagian dari rekam jejaknya: narkotika, kejahatan lingkungan, serta penegakan hukum.
Penertiban Kawasan Tesso Nilo
Salah satu perkara yang mendapat perhatian adalah penanganan dugaan jual beli lahan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Pada 2025, Polda Riau menangkap seorang tokoh adat berinisial JS yang diduga memperjualbelikan kawasan hutan.
Herry menyebut tersangka mengklaim memiliki tanah ulayat dengan luas sekitar 113 ribu hektare. Padahal, kawasan Taman Nasional Tesso Nilo memiliki luas sekitar 81 ribu hektare.
Herry menegaskan kawasan taman nasional tidak dapat diperjualbelikan dan penegakan hukum dilakukan untuk menjaga kawasan tersebut.
Tegas terhadap Jajaran Internal
Sebagai Kapolda Riau, Herry juga beberapa kali mengambil tindakan terhadap personel di bawahnya. Pada 2025, ia mencopot Kapolsek Bukit Raya setelah terjadi keributan yang melibatkan kelompok debt collector di lingkungan kantor polisi.
Herry menyatakan kejadian tersebut mencoreng institusi kepolisian dan meminta pihak yang bertanggung jawab diproses.
Pada April 2026, Herry kembali mencopot Kapolsek Panipahan dan Kanit Reskrimnya setelah muncul persoalan yang berkaitan dengan sebuah rumah yang diduga milik bandar narkoba di Panipahan, Rokan Hilir.
Mengungkap Sindikat Perburuan Gading Gajah
Pada Maret 2026, Polda Riau di bawah kepemimpinan Herry mengungkap sindikat perburuan gajah Sumatera.
Kasus bermula dari ditemukannya seekor gajah jantan mati di kawasan konsesi PT RAPP. Bagian kepala gajah telah terpisah dari tubuhnya dan kedua gadingnya hilang.
Polisi kemudian menetapkan 15 orang sebagai tersangka, sementara tiga orang lainnya masuk daftar pencarian orang. Herry menyampaikan langsung perkembangan pengungkapan kasus tersebut.
Penegakan Hukum Karhutla
Memasuki 2026, karhutla menjadi salah satu fokus penegakan hukum Polda Riau.
Pada Agustus 2026, Herry menyampaikan bahwa polisi telah menangani puluhan perkara pembakaran hutan dan lahan. Pada salah satu pembaruan, Polda Riau mencatat 35 kasus dengan 38 tersangka sepanjang 2026.
Saat memberi laporan kepada Presiden Prabowo, Herry juga menjelaskan adanya tersangka yang diduga menggunakan alasan memancing untuk berada di sekitar lokasi pembakaran lahan. ***












