PetroChina Sudah Siap Lakukan Pengeboran Minyak di Blok Jabung Demi Kejar Target Negara

Produksi minyak dan gas (migas) di Blok Jabung berpotensi mengalami penurunan signifikan jika tidak dilakukan pengeboran dan perawatan sumur.

Eksplorasi Migas PetroChina Jabung Foto: PetroChina

Menurut Kiki, saat ini PetroChina juga fokus pada dua area utama, yakni Northeast Betara (NEB) dan Gemah. Pasalnya kedua area tersebut telah mengalami eksploitasi yang cukup intensif. NEB sudah lebih dari 100 sumur, dan Gema akan menyusul.

“Mudah-mudahan kami bisa tetap dapat hasil yang bagus, karena di sini sudah makin menipis (cadangan). Ya mudah-mudahan nanti dari eksplorasi ke depannya kita bisa dapat yang sumur ketemu satu dan NEB basement selanjutnya,” kata Kiki.

PetroChina Minta Pemerintah Bantu Atasi Kelangkaan Alat Bor Migas

Namun, upaya PetroChina dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lainnya dalam meningkatkan produksi menghadapi tantangan besar, terutama dalam ketersediaan alat dan jasa pengeboran.

Pasalnya, saat ini KKKS diminta secara masif oleh negara untuk gencar melakukan pengeboran dan meningkatkan perawatan sumur. Namun, PetroChina dan KKKS lainnya menghadapi tantangan kelangkaan peralatan pengeboran.

Menurut Kiki, dengan masifnya kampanye ini akibatnya sesuai dengan hukum supply and demand, demand-nya bertambah suplainya saat ini dilihat agak keteteran walaupun masih cukup untuk diimbangi.

Oleh karena itu Kiki meminta pemerintah lewat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SSK Migas) untuk mengatasi kelangkaan alat dan jasa pengeboran migas yang mulai berdampak pada industri hulu minyak dan gas bumi (migas).

Selain memerlukan perhatian dari pemangku kebijakan agar tidak hanya berfokus pada peningkatan volume pekerjaan, hal yang harus diperhatikan adalah keseimbangan antara permintaan dan pasokan alat serta jasa pengeboran.

Jika kelangkaan ini terus berlanjut, biaya pengeboran akan meningkat signifikan dan menyulitkan para operator dalam mencapai target produksi.

Produksi Blok Jabung Terancam Turun

Produksi minyak dan gas (migas) di Blok Jabung berpotensi mengalami penurunan signifikan jika tidak dilakukan pengeboran dan perawatan sumur.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, PetroChina International Jabung Ltd terus melakukan aktivitas pengeboran pada 2025 untuk menjaga tingkat produksi nasional.

Kiki menjelaskan, tanpa upaya pengeboran dan perawatan sumur, produksi di Blok Jabung bisa turun drastis.

“Kalau kami tidak melakukan apa-apa, tidak mengebor, mungkin pada saat ini kami sudah tidak berproduksi lagi di Jabung. Ini karena cepatnya lanjut decline produksi dari minyak dan gas di lapangan kami,” tutur Kiki.

Sebab, lanjut Kiki, dengan laju penurunan produksi yang cepat, tanpa upaya tambahan, produksi bisa jatuh ke angka 5 hingga 10 ribu barel minyak per hari (MBOPD) pada Oktober 2024.

Leave a Reply