PetroChina Sudah Siap Lakukan Pengeboran Minyak di Blok Jabung Demi Kejar Target Negara

Produksi minyak dan gas (migas) di Blok Jabung berpotensi mengalami penurunan signifikan jika tidak dilakukan pengeboran dan perawatan sumur.

Eksplorasi Migas PetroChina Jabung Foto: PetroChina

Jakarta, EDITOR.ID,- Industri hulu migas, PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) dikabarkan sedang menyiapkan eksplorasi lanjutan di Blok Jabung, Propinsi Jambi, demi mengejar target negara untuk peningkatan produksi migas. Saat ini PetroChina sudah merampungkan dua dari tiga tahapan seismik dan bersiap memulai fase pengeboran yang dijadwalkan dimulai pada akhir Semester II 2025.

Exploration Manager PetroChina Jabung Ltd. Hendra Niko Saputra mengatakan kegiatan survei seismik dimulai pada akhir kuartal IV 2023 dan diperkirakan akan selesai sepenuhnya pada April 2025.

“InsyaAllah kita mulai persiapan pemboran untuk salah satu dari tiga seismik pada akhir semester II tahun 2025,” ungkap Hendra Niko Saputra, dalam acara buka bersama media, di Jakarta, Jumat (7/3/2025) malam.

Ada tiga area yang menjadi lokasi survei seismik yakni 3D Ketemu (121 km²), 3D Rukam (71 km²), dan infill seismik 2D di beberapa lead (368 km) di Kecamatan Tanjung Jabung Timur. Dua dari tiga survei tersebut pun telah selesai proses dan dapat dilakukan interpretasi yang ditargetkan rampung April 2025.

Hendra menjelaskan bahwa hasil survei seismik yang sudah diproses akan digunakan untuk menentukan titik-titik pengeboran berikutnya. Evaluasi lebih lanjut terhadap potensi cadangan migas dari hasil survei ini saat ini masih berlangsung, dengan keputusan mengenai pengeboran ditentukan setelah analisis data selesai pada akhir April 2025.

“Kami ingin memicu terjadinya kegiatan eksplorasi yang lebih advance lebih lanjut di area Jabung, terutama Jabung bagian timur yang kami anggap kurang dieksplorasi pada masa awal kontrak dari pengelolaan Blok Jabung,” tuturnya.

Meski demikian, Niko belum bisa membeberkan berapa besar cadangan minyak dan gas yang sudah diidentifikasi sebab masih dalam proses evaluasi.

“Kemudian, plan selanjutnya kita bisa mulai lakukan persiapan pemboran pada akhir semester II-2025. Apakah nanti ada seismik selanjutnya? Tergantung dari hasil pemboran yang akan kita lakukan,” tuturnya.

Setelah hampir satu tahun, PetroChina berhasil menyelesaikan sekitar 18.000 titik tembak pada Oktober 2024. Data yang telah dikumpulkan saat ini tengah dalam tahap pemrosesan, yang diperkirakan akan berlangsung hingga akhir April 2025. Dari tiga survei yang dilakukan, dua di antaranya telah rampung diproses dan siap untuk dianalisis lebih lanjut.

“Alhamdulillah kami bisa menyelesaikan hampir seluruh pekerjaan lapangan, dengan sekitar 18.000 titik tembak pada Oktober 2024, langsung kita lanjutin dengan prosesing data, dan ini ongoing hingga akhir April 2025, tetapi dua dari tiga survei teratas sudah kami selesaikan untuk prosesing, sehingga bisa kita lakukan interpretasi,” ujarnya.

Leave a Reply