Settia

Pemerintah Tingkatkan Serapan Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional

EDITOR.ID – Jakarta, Pemerintah terus meningkatkan penyerapan anggaran program-program Pemulihan Ekonomi Nasional, khususnya perlindungan dan bantuan bagi masyarakat, untuk menggerakan ekonomi Indonesia.

Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) Budi Gunadi Sadikin saat jumpa pers di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Jumat (28/8), menjelaskan ada 3 prioritas Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Ia menyebutkan di antaranya Indonesia Sehat yang menjadi fokus Satuan Tugas Penanganan Covid-19, sementara Indonesia Bekerja dan Indonesia Tumbuh menjadi fokus Satgas PEN.

Dari fokus Satgas PEN itu, ada 4 yang menjadi prioritas utamanya. Pertama, perlindungan sosial, yang kedua Usaha Kecil dan Mikro Menengah (UMKM), ketiga program-program kementerian lembaga dan Pemda, serta keempat program-program yang membantu pembiayaan korporasi di masa pandemi.

“Pencairan program-program pemulihan ekonomi nasional cukup besar. Dari perlindungan sosial ada Rp9,9 triliun tambahan, paling besar di bantuan sosial tunai non-jabodetabek dan juga di kartu prakerja yang sudah berjalan kembali,” jelasnya.

Dari perlindungan sosial saja, menurut Budi, rincian yang tersalurkan program-program utamanya yakni Program Keluarga Harapan (PKH) hingga saat ini telah membantu 10 juta keluarga, dengan penyerapan 71% atau Rp26,6 triliun rupiah dari pagu anggaran Rp37,4 triliun, terjadi pertumbuhan 11% dibandingkan bulan Juli.

Sementara itu, Budi sampaikan Program Kartu Sembako telah membantu 20 juta keluarga, dengan penyerapan Rp26,3 triliun atau 60% dari anggaran Rp43,6 triliun, meningkat 13% dari bulan sebelumnya.

Di samping itu, Budi manambahkan Program Bansos Tunai & Non Tunai telah membantu 10,9 juta keluarga, dengan penyerapan 62%, atau Rp 24,2 triliun, dari alokasi anggaran Rp39,2 triliun. Untuk bulan Agustus ini, Ia menambahkan penyerapan program ini diperluas ke dua wilayah, yakni Rp20,7 triliun untuk Non Jabodetabek dan Rp3,5 triliun untuk Jabodetabek sehingga jika dibandingkan bulan sebelumnya terjadi peningkatan sebanyak 47%.

Program BLT Dana Desa, menurut Budi, sudah dirasakan manfaatnya oleh 8 juta keluarga, dengan penyerapan 30% atau Rp9,6 triliun dari pagu anggaran 31,8 triliun rupiah, tumbuh 19,7% dibandingkan bulan sebelumnya.

Pada sektor UMKM, Budi menyebutkan bahwa yang sudah terealisasi bantuannya antara lain berupa Penempatan Dana melalui perbankan yang telah tersalurkan ke 1,02 juta UMKM dengan realisasi 52,3% dari pagu anggaran 78,8 triliun, Subsidi Bunga saat ini serapannya 6,12% dari alokasi dana Rp35,3 triliun, namun telah membantu 7,2 juta pelaku UMKM dengan subsidi total Rp2,2 triliun untuk total nilai pinjaman Rp277 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *