Mungkinkah Prabowo-Mega Bersatu di Pemerintahan Saat ini? Prabowo: Jika Dibedah Dada Saya Marhaen!

Said Abdullah mengingatkan publik untuk tidak langsung memaknai pernyataan Prabowo sebagai ajakan atau "kode" agar PDI Perjuangan masuk ke pemerintahan atau Kabinet Merah Putih.

Presiden Prabowo Subianto Saat Meresmikan Koperasi Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah Foto Instagram @Prabowo

Jakarta, EDITOR.ID,- Presiden Prabowo Subianto secara mengejutkan tiba-tiba menyebut hubungan PDIP dan Gerindra seperti kakak dan adik. Prabowo juga mengatakan dalam dirinya melekat jiwa Marhaenisme. Prabowo mengutip semboyan Presiden Soekarno tentang niat menyejahterakan bangsa.

Hal ini disampaikan Prabowo saat Peluncuran Kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, Selasa (22/7/2025)

Awalnya Prabowo mengungkapkan bahwa PDIP dan Gerindra berbeda kubu dalam Pilpres 2024. Tapi sebenarnya kedua partai ini kakak beradik.

“Sebenernya PDIP sama Gerindra kakak adik ini,” ujar Prabowo menyinggung hubungan PDIP dan Partai Gerindra.

Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang hadir sebagai Ketua DPR pun tersenyum lebar mendengar ucapan Prabowo tersebut.

Tapi, kata Prabowo, kita ini karena demokrasi kita diajarkan oleh negara barat, jadi nggak boleh koalisi satu itu.
Menurutnya, perlu ada yang di luar koalisi untuk melakukan koreksi. “Memang bener, harus ada yang di luar, ngoreksi kita gitu. Ngoreksi. Tapi, ya sedulur,” jelasnya.

Prabowo mulanya mengutip semboyan Presiden Soekarno tentang niat menyejahterakan bangsa.

“Saya percaya bahwa niat kita semua adalah ingin Indonesia lebih baik, ingin Indonesia sejahtera, ingin Indonesia sungguh-sungguh merdeka, ingin Indonesia bangkit berdiri di atas kaki kita sendiri,” jelas Prabowo.

“Itu semboyan Proklamator kita, pendiri bangsa kita, Bung Karno, yang saya katakan Bung Karno adalah milik seluruh rakyat Indonesia,”

“Nuwun sewu, Mbak Puan, Bung Karno bapak saya juga,” lanjut Prabowo.

Prabowo: Jiwa Saya Marhaen

Prabowo juga berkelakar tentang jiwa marhaen yang melekat pada dirinya.

Hal itu pun membuat para politikus PDIP lainnya seperti Bambang Pacul dan Utut Adianto, tertawa.

“Mungkin kalau dipotong ini (sambil menunjuk dada), yang keluar marhaen juga ini,” ujar Prabowo.

PDIP Beri Hormat Prabowo, Tapi Jangan GR Dulu Soal Jabatan Pemerintahan

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah langsung memberikan hormat kepada Presiden Prabowo Subianto usai kepala negara menyebut jika Gerindra dan PDIP memiliki hubungan yang dekat bak saudara.

Menurutnya, pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut memiliki arti mendalam bagi semua kader PDIP yang selama ini sudah mengenal Prabowo Subianto.

“Itu melebihi dari arti seorang sahabat sehingga secara terbuka presiden menyampaikan itu. Oleh karenanya, kalau presiden menyampaikan itu dan di depan Ketua DPR (Puan Maharani), bagi saya sungguh, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi presiden,” ucap Said di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (22/7/2025).

Jangan Dimaknai Prabowo Ajak PDIP Masuk Pemerintahan

Namun Said Abdullah mengingatkan publik untuk tidak langsung memaknai pernyataan Prabowo sebagai ajakan atau “kode” agar PDI Perjuangan masuk ke pemerintahan atau Kabinet Merah Putih.

“Tapi jangan dimaknai apa yang disampaikan presiden itu sebagai kode, presiden mengajak atau sebaliknya PDIP akan masuk (pemerintahan), jangan dimaknai itu dulu. Sebagai bangsa, ini modal dasar persatuan kita, bersatu-padunya kita,” ujar Said kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/7/2025).

Dia menilai pandangan masyarakat begitu transaksional, terkait pernyataan Presiden Prabowo seolah ingin mengajak PDIP bergabung ke pemerintahan.

Selain itu, Said juga enggan menanggapi perihal Presiden Prabowo yang pernah menyinggung, ada baiknya sebuah partai berada di luar pemerintahan sebagai pengawas.

Menurut Said, pernyataan itu mencerminkan niat tulus Prabowo untuk merawat persatuan bangsa, bukan sinyal politik untuk mengajak PDI Perjuangan masuk dalam pemerintahan.

“Itu melebihi dari arti seorang sahabat. Sehingga secara terbuka presiden menyampaikan itu. Oleh karenanya kalau presiden menyampaikan itu dan di depan Ketua DPR, bagi saya sungguh saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi presiden,” tegasnya.

Oleh karena itu, Said mengingatkan agar publik tidak buru-buru menafsirkan ucapan Prabowo sebagai sinyal politik. Menurutnya, kecenderungan menafsirkan relasi politik secara transaksional, justru menjadi persoalan tersendiri dalam sistem demokrasi.

“Itulah problem kita, kita selalu cara pandangnya transaksional. Presiden dengan tulus menyampaikan ‘kakak beradik’, kita maknai PDI Perjuangan akan masuk, kita maknai presiden akan mengajak. Tidak boleh seperti itu,” tuturnya.

Ketika ditanya apakah PDI Perjuangan akan tetap berada di luar pemerintahan, Said enggan menjawab secara tegas. Dia hanya menegaskan bahwa sampai saat ini tidak ada sinyal politik apapun, baik dari Prabowo maupun dari internal partainya.

“Pertama, saya tidak punya kewenangan tentang itu. Kedua, memang tidak ada tanda-tanda, baik yang disampaikan Pak Presiden maupun dari internal PDI Perjuangan sendiri,” jelas Said.

Prabowo Sebut PDIP-Gerindra Seperti Kakak Adik, Pengamat: Itu Artinya Mereka Kompak

Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio menyoroti makna di balik pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa hubungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) dengan Partai Gerindra seperti kakak adik.

Dia menangkap sinyal kekompakan dari narasi “kakak adik” yang dilontarkan Prabowo, meski kedua partai kini terpisah koalisi. Pria yang akrab disapa Hensat ini menilai pernyataan itu bukan sekadar hal biasa, tetapi upaya Prabowo menegaskan bahwa perbedaan koalisi tidak menghalangi visi bersama untuk pembangunan nasional.

“Itu artinya mereka kompak, bisa jadi beda rumah, tapi saling membantu bila dibutuhkan Indonesia,” kata Hensat dalam keterangannya, dikutip Selasa (22/7/2025).

Menurutnya, Prabowo sebagai Ketua Umum Gerindra sekaligus Presiden RI dan Puan Maharani sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPR RI menjadikan kemandirian kedua partai yang tidak tergantung oleh dominasi eksternal yang mengikat Gerindra dan PDIP.

“Kedua-duanya karena sudah punya rumah sendiri, mereka independen dan tidak tergantung ayahanda,” katanya.

Hensat optimistis, kolaborasi kedua partai hanya soal waktu. Dua pertemuan antara Prabowo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjadi bukti komunikasi tingkat tinggi tetap terjaga. “Karena sudah kompak, artinya kerja sama antara PDI Perjuangan dan Gerindra itu tinggal masalah waktu saja,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply