Misteri Kematian Dosen Cantik Untag Semarang, Polisi Temukan Bukti Mengejutkan!

Kabar terbaru, dalam penyelidikan di lokasi kejadian polisi menemukan bukti cukup mengejutkan. Yakni obat-obatan dan bukti lainnya.

Kematian Dosen Cantik Masih Penuh Misteri

Jakarta, EDITOR.ID,- Hingga saat ini kematian Dwinanda Linchia Levi masih penuh misteri. Dosen cantik Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang itu tewas terlentang tanpa busana di kamar 210, Hotel Jalan Telaga Bodas Raya No.11, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Polisi terus bekerja keras mengungkap siapa sosok dibalik kematian dan apakah ada unsur pidananya. Perhatian publik kini mengarah pada Ajun Komisaris Besar Polisi atau AKBP Basuki, pasangan tanpa ikatan nikah yang pertama kali melaporkan Linchia Levi telah meninggal.

Direktorat Reserse Kriminal Umum bersama Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng menggelar penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP). Penelusuran berlangsung cukup lama dari siang hingga sore hari.

Kabar terbaru, dalam penyelidikan di lokasi kejadian polisi menemukan bukti cukup mengejutkan. Yakni obat-obatan dan bukti lainnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Dwi Subagio menyampaikan bahwa sejumlah bukti telah diamankan, mulai dari barang milik pribadi korban hingga obat-obatan.

“Kemarin kita lakukan olah TKP, kita temukan sejumlah obat-obatan yang ditemukan dari tempat lokasi perkara yang kemudian dibawa penyidik. Itu nanti dari Labfor akan dicek secara forensik,” ujar Kombes Dwi Subagio.

Obat-obatan itu diambil, ungkap Dwi Subagio, untuk diteliti oleh tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah. Pihaknya akan melakukan cek secara forensik atas isi zatnya, jenis, dan penggunaannya, yang dikaitkan dengan peristiwa kematian korban.

Polisi Periksa Komunikasi HP Antara AKBP Basuki dengan Korban

Selain itu, menurut Dwi Subagio tim forensik mengurai linimasa komunikasi antara korban Dwinanda Linchia Levi dengan AKBP Basuki yang terekam di gawai mereka berdua, terutama komunikasi dilakukan keduanya sebelum korban ditemukan meninggal dunia di kamar Kostel ini.

“Semua yang terkait dengan komunikasi yang digunakan oleh korban maupun pihak yang bersama korban, saat ini sedang kami periksa juga,” kata Kombes Subagio.

Polda Jateng Masih Menunggu Hasil Autopsi

Kombes Subagio menyatakan proses penyelidikan lain seperti pemeriksaan saksi masih berlangsung. Selain melakukan olah TKP, memeriksa sejumlah saksi termasuk penjaga Kostel, AKBP Basuki dan mengumpulkan sejumlah barang bukti.

Namun pihak kepolisian sedang menunggu hasil autopsi dari kedokteran forensik yang dapat mengetahui penyebab kematian.

“Masih berproses. Kami sedang menunggu dari kedokteran forensik pada saat ini, kemudian Labfor. Pemeriksaan saksi juga dilakukan,” ujarnya.

Sebelumnya, kematian korban sempat dikaitkan dengan AKBP Basuki, kekasih korban sekaligus orang terakhir yang bersamanya.

“Kami sedang membuktikan apakah memang ada atau tidak unsur pidana. Ini sedang berproses. Laporan polisi sudah diterbitkan dan sedang kami tindaklanjuti terkait adanya orang meninggal dunia ini,” ujarnya.

Dwi Subagio menyatakan jika ditemukan adanya unsur pidana, kasus ini akan dinaikkan ke tahap penyidikan.

“Kalau nanti sudah ada kepastian unsur pidana, maka akan ada tindakan untuk menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan,” ujarnya.

Dwi Subagio mengungkapkan bahwa secara terpisah Propam Polda Jawa Tengah juga telah memproses pelanggaran etik profesi Polri terhadap AKBP Basuki yang merupakan saksi kunci karena berada satu kamar dan sudah hidup bersama selama 5 tahun dengan korban.

Korban Dikenal Ramah dan Dermawan

Sementara itu kematian korban Dosen Hukum Pidana Untag Semarang Dwinanda Linchia Levi,35, meninggalkan kenangan indah teman-teman dosen dan koleganya di universitas tersebut, namun sebagian besar mengungkapkan bahwa mendiang Levi dijebak sebagai dosen yang ramah, sopan dan dermawan.

“Saya beda generasi, saya dosen lama tapi mengenal korban merupakan dosen yang ramah dan dermawan,” kata Eva Arief, seorang dosen Untag Semarang.

Sembari menunjukkan meja tempat kerja mendiang Levi, Eva Arief mengatakan cukup mengenal korban dengan baik karena ramah, sopan dan dermawan kepada rekan-rekan sesama dosen, bahkan sering membeli jajanan dari pedagang kecil di sekitar kampus untuk kemudian dibagikan kepada para dosen lain.

Menurut Eva Arief yang mengaku pertemuan terakhir dan sempat berbincang dengan mendiang Levi pada Jumat (14/11/2025), namun akhir-akhir ini sebelum ditemukan meninggal dunia korban mengeluhkan sakit asam lambung dan beberapa kali ijin ke Kepala Bagian Hukum Pidana Untag Semarang Wulan.

Dosen yang Dikenal Sopan Santun

Hal serupa juga diungkapkan rejan sejawatnya Edi Pranoto bahwa sosok dosen Levi merupakan dosen yang terkenal dengan sopan santunnya, bahkan sebagai dosen muda, ketika bertemu dengan seniornya selalu bersikap sopan dengan cara selalu mencium tangannya. “Almarhumah itu terkenal dengan sikap takzim ke orang yang lebih tua,” tambahnya.

Mendiang Levi, ungkap Edi Pranoto, juga dikenal pula sebagai sosok dosen berprestasi yang aktif mengirim jurnal ilmiah hingga indeks science technology index (Sinta) mencapai angka di atas 300, sehingga atas prestasinya itu diangkat menjadi dosen tetap pada tahun 2022.

Dosen Cantik Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Kamar Hotel

Sebelumnya, Dwinanda Linchia Levi ditemukan meninggal tanpa busana di lantai kamar sebuah hotel di Jalan Telaga Bodas Raya No. 11, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang pada Senin (17/11) sekitar pukul 05.30 WIB.

Sementara, AKBP Basuki, merupakan orang pertama yang menemukan korban dalam kondisi tak bernyawa dan langsung melaporkannya ke Polsek Gajahmungkur.

Kini, AKBP Basuki mendapat sanksi penempatan khusus (patsus) selama 20 hari ke depan, terhitung sejak 19 November hingga 8 Desember 2025. ***

Hasil gelar perkara menyimpulkan bahwa perwira menengah Direktorat Samapta Polda Jawa Tengah itu diduga melakukan pelanggaran kode etik berupa tinggal bersama seorang wanita tanpa ikatan perkawinan yang sah. ***

Leave a Reply