Henri dan Afri diduga telah menerima suap Rp 999,7 juta dari Mulsunadi dan Rp 4,1 miliar dari Roni. Selain itu, Henri dan Afri diduga telah menerima suap total Rp 88,3 miliar dari sejumlah vendor sejak 2021 hingga 2023. (tim)
Marsekal Madya Henri: Saya Militer Aktif, Seharusnya Melalui Mekanisme Hukum
Tersangka Korupsi Uang Basarnas Rp 88 Miliar Lebih Marsekal Madya Henri Ingatkan KPK Mestinya Ikut Mekanisme
Recommendation for You

Presiden Prabowo Subianto mendadak memanggil Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 22 September 2026, atau berselang seminggu setelah memecat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Rumah Jabatan dan Kantor Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Digeledah Kortas Tipikor Polri terkait dugaan korupsi perizinan PBG pada Senin (21/9/2026) selama lima jam. Dalam penggeledahan polisi menyita tiga box dokumen dari Kantor Bupati Gowa dan dua box barang bukti dari rumah jabatan.

​Media sosial dihebohkan dengan beredarnya uang kertas pecahan Rp100.000 Tahun Emisi 2022 dengan Tahun Cetak 2026. Pasalnya, uang tersebut mencantumkan tanda tangan Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) dan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar kepemilikan belasan rumah mewah milik seorang anggota polisi aktif berinisial Ipda Yayat Sudrajat alias Yayat Lippo, yang diduga kuat berasal dari aliran dana haram korupsi suap lelang proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membongkar babak baru dugaan korupsi di Tanah Papua. Lembaga antirasuah tengah mendalami dugaan pencairan dana operasional Gubernur Papua tahun 2022 yang nilainya fantastis, yakni mencapai triliunan rupiah.

Sidang koneksitas kasus dugaan korupsi jual beli lahan aset BUMD Kabupaten Cilacap di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Cakung, Senin (21/9/2026), diwarnai momen emosional. Mantan Ketua Yayasan Silmi Kaffah Rancamulya, Ahmad Yazid Basyaiban alias Gus Yazid, memberikan kesaksian dengan suara bergetar melalui konferensi video.






