Adapun korban selamat dalam kejadian tersebut sampai saat ini sebanyak 6 orang dengan identitas sebagai berikut :
1. Marlina, umur 18 tahun, alamat Desa Lagili
2. Putri Hanudin, umur 14, alamat Desa Lagili
3. Salsia, umur 26 tahun, alamat Desa Lagili
4. Egi , umur 20, alamat Desa
5. Heni Marlina, umur 23 tahun, alamat Desa Lagili
6.Paramita, umur 15 tahun , alamat Desa Lagil
Humas Kantor Pertolongan dan Pencarian (KPP) Kendari, Wahyudi mengatakan, akibatnya terbaiknya perahu naas tersebut tenggelam hingga 15 dikabarkan meninggal dunia dan 6 orang lainnya selamat.
“Iya betul, data sementara 15 meninggal dunia, 6 selamat,” kata WahyudiWahyudi setelah dikonfirmasi.
Ia menambahkan, pihaknya belum mengetahui pasti berapa total penumpang yang ada di dalam kapal itu. Akan tetapi, selain 21 orang ini, masih ada korban yang hingga saat ini masih dilakukan pencarian oleh anggota KPP Kendari dibantu nelayan setempat, TNI – Polri bersama warga lainnya.
“Sisanya masih dilakukan pencarian,” bebernya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Muhammad Arafah mengatakan bahwa kapal yang ditumpangi sekitar 40 orang tersebut tenggelam saat perjalanan pulang usai menghadiri perayaan HUT Buteng ke-9 di lapangan Lakorua, Kecamatan Mawasangka Tengah.
“Kapal penyebrangan antar desa ini tenggelam pada saat melakukan penyebrangan dari Lanto menuju Desa Lagili dari mengikuti kegiatan HUT Buteng,” tulis Arafah dalam keterangan resminya.
Ia menyebut, seluruh korban meninggal telah diidentifikasi di Puskesmas Mawasangka Timur serta dikembalikan kek keluarga korban.
“Adapun korban selamat dalam kejadian tersebut sampai saat ini sebanyak 6 orang, dan sementara dalam perawatan,” terangnya.
Sementara itu, 19 penumpang lainnya masih dalam pencarian tim gabungan dari anggota KPP Kendari dibantu nelayan setempat, TNI – Polri bersama warga lainnya.***












