Konser Musik HUT ke-9 Kab BUTON TENGAH Berakhir Duka, 15 Tewas – Perahu Muat 40 Penonton Tenggelam

Konser musik lokasi panggung di Kelurahan Lakorua Kecamatan Mawasangka Tengah dalam rangkaian malam puncak meriahkan HUT Kabupaten BUTON TENGAH -- berakhir DUKA. Pasalnya usai konser ketika sejumlah penonton yang hendak kembali pulang dari penyeberangan Desa Lanto menuju Desa Lagili sekira pukul 01.00 WITA dengan salah satu perahu mesin tempel yang melebihi kapasitas muat 40 orang, TENGGELAM. 15 orang penonton dinyatakan meninggal dunia, 6 Selamat pada Senin (24/7/2023) pagi dini hari.

Dengan terbaiknya perahu tersebut sehingga diantara 40 penumpangnya ada yang tidak mampu menyelamatkan diri, hingga pihak SAR Kendari menyatakan secara resmi 15 orang merenggang nyawa.

Pernyataan resmi dari SAR Kendari sesuai data yang dikonfirmasi di Puskesmas Mawasangka Timur

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari Wahyudi atas terjadinya insiden terbaiknya perahu tempel yang memuat sekira 40 penumpang — terjadi di laut rute penyeberangan dari Desa Lanto menuju Desa Lagili pada pukul 01:00 WITA itu — mengklaim telah mengerahkan Basarnas Kendari merespon dengan mengirim Unit Siaga SAR Muna dan Pos SAR Baubau.

“Unit siaga SAR Muna dan Pos SAR Baubau diberangkatkan (ke lokasi),” pungkas Wahyudi

Sementara sekitar pukul 01.30 WITA Comm Centre KPP Kendari menerima informasi dari Bpk Amba (Anggota Polsek Mawasangka Tengah yang melaporkan pada pukul 01.00 WITA telah terjadi kecelakaan kapal yakni 1 kapal penyebrangan antar desa tenggelam diteluk Mawasangka Tengah.

Berdasarkan laporan tersebut diatas, pada pukul 02.50 Wita Tim Rescue Unit Siaga SAR Muna diberangkatkan dengan menggunakan Rescue Car membawa 1 Unit Rubber Boat untuk memberikan bantuan awal. Jarak tempuh LKK dengan Unit Siaga SAR Muna sekitar 95 KM.

Menurut Muhamad Arafah selaku Kepala KPP Kendari Pada pukul 04.50 Wita Tim Rescue Pos SAR Baubau diberangkatkan dengan menggunakan RB 210 dengan membawa 2 Unit Rubberboat untuk memberikan bantuan SAR. Jarak tempuh LKK dengan pelabuhan murhum baubau sekitar 16 NM.

” Pada pukul 05.20 Wita Unit Siaga SAR Muna tiba di LKK dan langsung berkoordinasi dengan aparat setepat pada pukul pukul 06:10 WITA — Tim Rescue Pos SAR Baubau dengan menggunakan RB210 tiba di LKK.” ungkap Arafah.

Pencarian korban dilakukan dengan membagi 2 Tim. Tim 1 melakukan penyelaman disekitar LKK, sedangkan Tim 2 melakukan penyisiran diatas permukaan air disekitar LKK dengan menggunakan rubberboat dan longboat.

Akibat kejadian tersebut untuk sementara 15 orang penumpang dinyatakanberikut meninggal dunia dengan identitas sebagai berikut :

1 Yanti, Umur 20 tahun, alamat Desa Lagili
2. Sayana, Umur 38 tahun, alamat Desa Lagili
3. Narti, Umur 19 tahun, alamat Desa Lagili
4. Elena, Umur 24 tahun, alamat Desa Lagili
5. Nurasafila, umur 26 tahun , alamat Desa Lagili
6. Eti Fariski, Umur 18 tahun , alamat Desa Lagili
7. Darni, umur 17 tahun, alamat Desa Lagili
8. Lakiran, umur 46 tahun, alamat Desa Lagili
9. Afkar, umur 15 tahun, alamat Desa Lagili
10. Gadis, umur 16 tahun , alamat Desa Lagili
11. Irma, umur 17 tahun , alamat Desa Lagili
12. Muh Rifal, umur 16 tahun, alamat Desa Lagili
13. Waunde, Umur 37 tahun, alamat Desa Lagili
14. Lusnawati, umur 17 tahun, alamat Desa Lagili
15. Muh.Kisan, umur 7 tahun, alamat Desa Lagili.

Leave a Reply