Konser Musik HUT ke-9 Kab BUTON TENGAH Berakhir Duka, 15 Tewas – Perahu Muat 40 Penonton Tenggelam

Konser musik lokasi panggung di Kelurahan Lakorua Kecamatan Mawasangka Tengah dalam rangkaian malam puncak meriahkan HUT Kabupaten BUTON TENGAH -- berakhir DUKA. Pasalnya usai konser ketika sejumlah penonton yang hendak kembali pulang dari penyeberangan Desa Lanto menuju Desa Lagili sekira pukul 01.00 WITA dengan salah satu perahu mesin tempel yang melebihi kapasitas muat 40 orang, TENGGELAM. 15 orang penonton dinyatakan meninggal dunia, 6 Selamat pada Senin (24/7/2023) pagi dini hari.

Dari pantauan di Puskesmas — menyaksikan keluarga korban banyak yang histeris, mereka seakan tak percaya melihat keluarganya telah meninggal tak terselamatkan.

Hal itu setelah mobil ambulans datang silih berganti membawa korban yang sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Sedih dan duka mendalam para keluarga korban menerima jasad keluarganya, tak terasa waktu sudah menunjukkan subuh, para keluarga korban masih berada di Puskesmas.

Semua para korban yang berhasil dievakuasi tim SAR Kendari, mereka dibawa ambulans ke Puskesmas Mastim.

Semua korban dengan seksama satu persatu diperiksa oleh petugas Puskesmas Mastim.

Puskesmas Mastim mengeluarkan pernyataannya setelah satu persatu diperiksa oleh petugas Puskesmas Mastim untuk memastikan korban yang meninggal dunia, dan korban yang dinyatakan perlu perawatan.

Sesuai informasi di ruang ICU Puskesmas Mastim menyatakan ada 15 orang korban meninggal dunia akibat dari insiden terbalik hingga tenggelamnya perahu tang membawa mereka.

Selain 15 korban telah dinyatakan meninggal dunia, ada 6 orang korban (semua perempuan) masih dalam perawatan medis. Sisanya selamat dalam keadaan baik-baik saja.

Diketahui, 15 korban meninggal tersebut semua merupakan warga Desa Lagili Kecamatan Mastim.

Usai pemeriksaan sekaligus pendataan semua para korban yang dibawa ambulans, ke 15 Jenazah para korban langsung di evakuasi diserahkan ke pihak keluarganya masing-masing untuk di pulangkan ke kediamannya di kebumikan di Desanya.

Kronologis menewaskan 15 korban pasca konser HUT Kabupaten Buteng, Provinsi Sultra

Masyarakat khususnya Desa Lagili Kecamatan Mawasangka Timur bergegas pulang menggunakan jasa penyeberangan perahu gandeng dengan mesin tempel. Namun naas dalam perjalanannya di tengah laut terjadi musibah.

Perahu yang mereka tumpangi di tengah laut dalam keadaan gelap menurut sejumlah para korban selamat yang berhasil dievakuasi oleh tim SAR Kendari.

Musibah terjadi (berdasarkan cerita saksi) tetiba perahu bagian depan menabrak tali jangkar bagan ikan, tabrakan tersebut membuat mesin tempel langsung mati seketika.

Diperparah dengan kapasitas penumpang perahu tersebut yang semestinya tidak memuat penumpang hingga 60 orang.

Perahu rakitan dengan mesin tempel dinyatakan melebihi kapasitas karena dipaksakan memuat penumpang hingga 60 orang.

Akibatnya, perahu rakitan bermesin tempel tersebut terbalik dikarenakan penumpang yang bertumpuk-tumpuk di bagian depan kapal.

Setelah mesin tempel tetiba mati, perahu pun kehilangan keseimbangan karena kelebihan penumpangnya sehingga semua penumpang jatuh di laut dalam kondisi gelap gulita.

Leave a Reply