Jakarta, EDITOR.ID,- Haji Agi Sugiyanto, sosok jurnalis senior berencana membangun kawasan wisata berbasis eco tourism yakni mengeksplore keindahan alam dan sungai di Sukabumi, Jawa Barat. Untuk mewujudkan ambisinya itu Agi telah menyiapkan lahan 2 hektar. Lahan tersebut nantinya akan disulap dan dikembalikan ke habitat asalnya yang dipenuhi pepohonan hutan.
Pembangunan kawasan wisata alam ini dilakukan Agi bagian dari perkembangan bisnis restoran alamnya yang bernama Resto Tepi Kali.
“Animo masyarakat terhadap kehadiran Resto Tepi Kali di Sukabumi sangat besar, tempat kami ini sering digunakan untuk acara pesta resepsi pernikahan, reunian, pertemuan antar komunitas,” ujar Agi Sugiyanto disela-sela Syukuran atas Milad usianya yang ke-60 pada hari Senin (7/7/2025) di resto Tepi Kali Sukabumi.
“Karena fasilitas yang kami miliki sangat lengkap, selain bisa menikmati menu andalan kami ayam ingkung, dan masakan rumahan, pengunjung disuguhi juga pemandangan sungai bebatuan yang indah, dan bisa request hiburan musik,” tambahnya.
Tingginya animo masyarakat, terutama warga Jabodetabek dan daerah diluar Sukabumi untuk menikmati keindahan alam menginspirasi pria kelahiran Boyolali 7 Juli 1965 ini untuk membangun sarana dan prasarana wisata yang lebih lengkap dengan suasana tetap melestarikan keaslian alamnya.
“Sehingga pengunjung bisa merasakan suasana alam yang hijau, menghirup oksigen, menikmati air jernih dari sungai hingga melihat pemandangan gunungnya,” ujar Agi.

Resto Tepikali Sukabumi: Ingkung Bakar Menggiurkan dan Panorama Eksotik Sungainya
Agi Sugiyanto selama ini dikenal sebagai pengusaha sukses. Ia mendirikan bisnis digital dan konten kreator. Agi juga menggeluti bisnis kuliner dan tempat wisata. Salah satu usaha yang ia dirikan adalah Resto Tepi Kali.
Resto ini memiliki menu andalan Ayam Ingkung Bakar yang menggugah selera karena cita rasa dan empuknya yang meresap hingga ke tulang, Nasi Botram dengan lauk jengkol, ikan asin, teri goreng, sambal dua rupa, lalapan segar yang dipetik dari kebun sendiri. Kemudian nasi liwet, urap dan ikan asin dan segala masakan rumahan yang memuaskan rasa kangen kita pada masakan ibu di rumah.
Dan tentu, kopi. Bukan sekadar minuman, tapi medium rasa. Dari kopi tubruk, kopi susu gula aren, hingga wedang uwuh yang menghangatkan jiwa. Semua diseduh dengan cinta, bukan mesin.
Resto Tepi Kali berlokasi tak jauh dari Jakarta. Dengan menggunakan fasilitas jalan tol sangat mudah menjangkaunya. Resto Tepi Kali berada di Kampung Susuna, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda atau sekitar 2 km dari pintu Tol Parungkuda.
Dengan konsep “Maenak Pinikmat” atau singkatan dari makan enak, ngopi nikmat, Resto Tepi Kali menyuguhkan cita rasa kampung yang otentik dalam atmosfer yang menyatu dengan alam. Meja-meja kayu, suara air mengalir, hembusan angin dari hutan kecil di sekeliling, dan aroma kopi yang mendidih di atas tungku arang.
Resto Tepi Kali bukan restoran biasa, tapi rumah pulang bagi rasa-rasa yang nyaris punah: rasa hangat, rasa dekat, dan rasa syukur.
Lebih dari Sekadar Kuliner
Tepi Kali bukan cuma tempat makan, melainkan ruang hidup. Sebuah panggung kecil di mana cinta pada tanah, kenangan masa kecil, dan semangat berbagi dirayakan setiap hari.
Agi Sugiyanto telah menjadikan resto ini bukan sebagai puncak, tapi sebagai jembatan: dari kesuksesan menuju pengabdian. Dari kenangan pahit menuju rasa syukur yang tak henti mengalir—seperti air sungai di tepi resto itu sendiri.
Ultah Agi Sugiyanto

Hari Senin 7 Juli 2025 menjadi hari istimewa bagi Agi Sugiyanto. Karena pada hari itu ia merayakan usianya yang sudah menginjak 60 tahun. Untuk mengucapkan rasa Syukurnya kepada Sang Pencipta Alam, Gusti Allah, Agi menggelar syukuran dengan acara pengajian, doa, santunan kepada anak yatim dan kaum duafa.
Agi Sugiyanto juga mengajak istri anak dan keluarganya menikmati makan bersama dalam suasana yang sederhana namun penuh kesan.
Acara diawali dengan potong tumpeng sebagai simbol untuk mengingatkan bahwa di sisa usia akan digunakan oleh Agi agar bisa bermanfaat bagi banyak sesama umat manusia. Acara ini juga dihadiri oleh sahabatnya para wartawan yang pernah meliput bersama dirinya.
Sosok Agi Sugiyanto
Sosok Agi Sugiyanto bukan lahir dari kaum berada. Ia menapaki hidupnya dengan penuh perjuangan. Banting tulang agar bisa hidup survive. Sejak masa kecil Agi sudah Yatim. Ia dibesarkan oleh nenek di pedalaman kampung.
Menggembala kerbau, membantu bangunan, berjalan kaki menuju sekolah dengan sandal jepit dan mimpi yang tak pernah ia tinggalkan.
Ia pernah menjadi wartawan hiburan di bawah bendera Kompas Gramedia. Namun dunia baginya adalah panggung luas: dari jurnalisme ia menjejak ke bisnis herbal, dari sana ke industri musik, lalu ke dunia digital yang mengantar namanya menjadi pionir RBT dan penguasa kanal YouTube lewat label Musik Pro Aktif.
Ia menaungi nama-nama besar seperti Trio Macan, Dara Ayu, hingga Maulana Ardiansyah. Tapi kakinya tak pernah lepas dari tanah. Tangannya tetap mengingat kopi dan nasi liwet. Dan hatinya tak pernah lupa rumah: kampung. (tim)












