“Karena tidak mau bongkar sendiri, perintah saya bongkar mulai hari ini,” kata Dedi dalam keterangannya.
Dedi menegaskan bahwa penertiban alih fungsi lahan di kawasan Puncak Bogor tidak akan pandang bulu. Meskipun Hibisc adalah tempat wisata yang merupakan salah satu unit bisnis dari BUMD Jabar, namun jika kedapatan melanggar, penindakan harus dilakukan.
“Dan saya tidak segan-segan walaupun ini adalah PT BUMD Provinsi Jawa Barat harus menjadi contoh bagi siapapun, bahwa yang melanggar harus ditindak,” ujar dia.
“Kita kasih contoh ke seluruh warga Jawa Barat,” dia menambahkan.
Dedi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat di kawasan puncak terkait adanya alih fungsi lahan yang seharusnya tidak terjadi. Dia memastikan, pemerintah akan berupaya mengembalikan kawasan puncak sesuai peruntukannya.
“Saya minta maaf sebagai perwakilan Pemda Provinsi Jabar, karena melalui BUMD yang bernama Jaswita itu membuka areal wisata di kawasan perkebunan. Itu menjadi keriuhan di masyarakat karena ada bangunan liar roboh dan masuk sungai. Kita bongkar kalau memang melanggar aturan,” ujarnya.
Jaswita Akui Lakukan Alih Fungsi Lahan Usai Disorot Dedi Mulyadi
PT Jaswita Jabar tidak membantah dugaan adanya alih fungsi lahan menjadi kawasan wisata sebagaimana dinyatakan tegas oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Direktur PT Jaswita Jabar Wahyu Nugroho menyebut area rekreasi yang dimaksud Dedi Mulyadi adalah Wisata Hibisc Fantasy di kawasan Puncak Bogor.
Wahyu mengatakan wisata Hibisc Fantasy dikelola oleh anak perusahaan PT Jaswita Jabar yakni Jaswita Lestari Jaya (JLJ) yang bekerja sama dengan mitra serta PT Perkebunan Nusantara VIII.
“Obyek wisata tersebut dikelola oleh Jaswita Lestari Jaya (anak perusahaan Jaswita Jabar) bekerja sama dengan mitranya dan PTPN 8,” kata Wahyu sebagaimana dilansir dari detikJabar, Rabu (5/3/2025).
Jaswita Berdalih Sudah Peringati Pengelola
Terkait pernyataan Dedi Mulyadi yang menyebut ada ‘peran’ dari Jaswita terkait kejadian bencana di Bogor, Wahyu mengatakan sebelumnya PT Jaswita Jabar telah memperingatkan JLJ untuk mematuhi aturan yang berlaku.
Hal itu dilakukan saat hadirnya Wisata Hibisc Fantasy pada 2024 lalu sempat menuai polemik.
“Pada prinsipnya, Jaswita Jabar akan menindaklanjuti arahan Pak Gubernur dengan memperingatkan anak perusahaan,” ujarnya.
“Sebenarnya Jaswita juga sudah memperingatkan JLJ untuk mematuhi peraturan (termasuk dari Pemkab Bogor) pada saat isu Hibisc muncul di tahun 2024,” ujar dia.
Ya, Dedi mengatakan bencana yang terjadi d wilayah Bogor tidak bisa dianggap sepele. Dia berencana mengevaluasi masalah alih fungsi lahan di sana.












