Jakarta, EDITOR.ID,- Presiden RI Prabowo Subianto memang piawai memainkan diplomasi dagang di tingkat dunia. Sang pemimpin 250 juta rakyat Indonesia ini memanfaatkan momentum World Economic Forum (WEF) 2026 untuk memperkenalkan potensi usaha di Indonesia.
Salah satunya Prabowo memperkenalkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia. Dihadapan 1000 an CEO perusahaan besar di dunia dan 65 Kepala Negara, Prabowo memperkenalkan Danantara sebagai mitra yang setara dengan investor global.
Kepala Negara mengatakan, posisi tersebut didukung kapasitas Danantara yang kini mengelola aset (asset under management/AUM) sebesar 1 triliun dolar AS, sejajar dengan lembaga pengelola dana global lainnya.
“Dengan Danantara, saya dapat berdiri di sini, di hadapan Anda sebagai mitra yang setara,” tutur Prabowo dalam pidatonya di pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) 2026 di Swiss, Kamis (22/1/2026).
Pertemuan WEF tahun ini mengusung tema “A Spirit of Dialogue” sebagai wadah pertukaran gagasan yang terbuka dan kolaboratif di tengah dinamika geopolitik global.
Dengan kapasitas tersebut, Danantara diyakini mampu menjadi mitra utama bagi perusahaan maupun investor dalam membiayai berbagai proyek strategis di Indonesia, khususnya di sektor industri. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mempercepat industrialisasi demi mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kami akan berinvestasi bersama dan tumbuh bersama Anda. Danantara didirikan untuk membiayai dan membiayai bersama industri-industri masa depan. Kami bertekad untuk melakukan industrialisasi negara kami secara signifikan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia juga menjamin bahwa Danantara akan senantiasa dikelola secara profesional sesuai standar internasional. Menurutnya, lembaga tersebut memang harus dijalankan dengan pengawasan serta tanggung jawab yang kuat karena bertujuan untuk mengalokasikan modal secara efisien.
Sebagai bagian dari penguatan tata kelola, pemerintah akan merasionalisasi jumlah badan usaha milik negara (BUMN) untuk meningkatkan efisiensi dan standar manajemen. Saat ini, Indonesia memiliki 1.044 BUMN yang akan dipangkas menjadi sekitar 300 perusahaan.
Selain itu, ia juga menginginkan kursi petinggi Danantara diduduki oleh eksekutif terbaik. Bahkan, Prabowo juga mengizinkan Danantara untuk merekrut talenta terbaik dunia, termasuk warga negara asing, guna menduduki posisi strategis dalam kepemimpinan perusahaan.
“Kami menginginkan otak dan pikiran terbaik di dunia,” imbuh dia.
Prabowo menekankan, pengelolaan Danantara mencerminkan cara Indonesia menjalankan pembangunan saat ini, yakni berlandaskan tata kelola yang kredibel dan kepemimpinan yang kompeten.
“Ini, pada kenyataannya, adalah cara kami menjalankan Indonesia saat ini. Dari program sosial kami hingga upaya kami melakukan hilirisasi sumber daya alam, hingga upaya kami mencapai swasembada pangan dan energi,” jelasnya.
Untuk diketahui, World Economic Forum merupakan organisasi internasional nirlaba yang bersifat multistakeholder, yang mendorong kerja sama antara para pemimpin global untuk menghadapi tantangan dunia melalui dialog dan kolaborasi lintas sektor.
WEF Annual Meeting 2026 mengusung tema “A Spirit of Dialogue”, yang menekankan pentingnya semangat dialog terbuka dan kolaboratif di tengah ketidakpastian ekonomi serta dinamika geopolitik global.
Partisipasi Indonesia dalam WEF 2026 menjadi momentum strategis untuk menegaskan posisi Indonesia dalam rantai pasok global, memperkuat citra dan peluang investasi, serta menarik komitmen investor di sektor energi hijau, ekonomi digital, dan sektor strategis lainnya.
Di sela-sela forum tersebut, Indonesia juga menyelenggarakan Indonesia Pavilion pada 19–23 Januari 2026 serta acara Indonesia Night pada 21 Januari 2026 sebagai wadah direct engagement dan penguatan jejaring guna mendorong investasi ke Tanah Air.
Kehadiran Presiden Prabowo di WEF Annual Meeting 2026 menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif dalam dialog global dan kolaborasi multilateral, sekaligus memperjuangkan kepentingan nasional di tengah tantangan dan ketidakpastian global. ****












