“Nggak main lah bikin narasi nakut-nakutin, ancam-mengancam! Pesta Demokrasi ya senang-senang, dengan tujuan memilih pemimpin Indonesia selanjutnya. Jangan bikin kita berantem satu sama lain,” pungkasnya.
Diketahui, di media sosial terdapat sebuah video yang memperlihatkan beberapa orang bertubuh ‘gemoy’ berjoget dengan logo PAN di belakangnya.
Ada pula video yang memperlihatkan momen Prabowo dan Gibran berjoget gemoy ketika pengambilan nomor urut Capres-Cawapres di KPU kemarin. Saat berita ini ditulis, video ini sendiri sudah ditonton lebih dari 7 juta kali penayangan.
Pak Prabowo Ingat Ayahnya Soemitro Suka Joget Ketika Hatinya Riang Gembira
Capres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto kerap dapat julukan gemoy alias menggemaskan. Hal ini lantaran pria Kelahiran Jakarta, 17 Oktober 1951 tersebut sering terlihat berjoged ria dalam beberapa kesempatan.
Dalam acara Ulang Tahun Mata Najwa yang ke 13, Prabowo mengungkapkan alasan kenapa ia senang menari. Prabowo menjelaskan bahwa ia suka menari ketika suasana hatinya sedang gembira.
Ia menceritakan kalau kebiasaan menari itu diwarisi dari ayah dan kakeknya yang berdarah Banyumasan.
Kakek dan ayah dari Prabowo Subianto, Margono Djojohadikoesoemo dan Soemitro Djojohadikoesoemo memiliki kebiasaan menari ketika suasana hatinya sedang gembira. “Eyang saya Margono dan bapak saya Soemitro itu hiburan jaman dulu ya dengan menari, ketika suasana hatinya sedang gembira pasti otomatis menari,” ujar Prabowo.
Prabowo menambahkan bahwa dahulu belum ada hiburan seperti televisi dan handphone. Hanya ada hiburan berupa pertunjukan wayang. Dalam sebuah pentas wayang, muncullah gerakan tarian spontan.
“Ini sudah menjadi kebiasaan dari eyang dan bapak saya, apalagi ketika saya baru datang ke rumah itu langsung disambut dengan tarian pasti. Hal ini akhirnya menjadi kebiasaannya saya secara otomatis menari ketika sedang gembira,” lanjutnya. (tim)












