Bisnis Diatur Dari Tempat Tidur

Ilustrasi Screenshoot Akun @maybank Di Youtube
Ilustrasi Screenshoot Akun @maybank Di Youtube

Oleh : Edi Winarto
Penulis Wartawan Ekonomi

Edi Winarto
Edi Winarto

EDITOR.ID, Jakarta,- Wulan, nama samaran, adalah satu potret mantan karyawan sebuah perusahaan yang kini banting stir sebagai digitalpreneur. Sebuah profesi baru yang kini sedang banyak dipelajari.

Keunikan dari entitas bisnis ini adalah ia bisa dikendalikan semuanya dari jarak jauh secara digital. Penawaran dilakukan secara automatic dan online. Transaksi dilakukan secara online. Deal penjualan barang cukup di “klik” di android. Wulan cukup mengatur bisnis dan kebutuhan aktivitasnya dari tempat tidur sambil sesekali nonton tv.

Mulai dari pengadaan barang dagangan, deal transaksi, naik pesawat atau kereta, pesan hotel, dan semua kebutuhannya cukup dengan sentuhan satu jari di papan layar androidnya. Untuk pengiriman barang baik dari supplier atau Wulan harus kirim ke customer cukup dengan jasa kurir yang dalam dua tahun terakhir bertumbuh pesat bak jamur di musim hujan.

Lantas bagaimana dengan pembayarannya? Kemajuan teknologi dan perubahan ke revolusi digital 4.0 inilah yang peluangnya sudah ditangkap sejumlah perbankan. Sejumlah bank yang inovatif, cepat menangkap peluang dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan ekonomi digital, dengan sigap menangkap kebutuhan akan transaksi cepat secara online.

Makanya mereka mengeluarkan produk digital banking atau online banking. Mengatur transaksi secara komprehensif melalui aplikasi yang digerakkan dengan android secara mobile dari manapun tanpa mengganggu aktivitas nasabah.

Salah satunya mobile banking Maybank2U (M2U) milik PT Maybank Indonesia Tbk.
Apalagi pandemi Corona yang menyebabkan aktivitas kita dibatasi untuk menjaga jarak dan bekerja dari rumah (Work From Home).

Kecepatan, digitalisasi keuangan dan kemudahan transaksi darimanapun menjadi kebutuhan para digitalpreneur. Mereka yang bergerak dalam bisnis dunia maya, mulai dari online shop, hingga network bussinnes membutuhan kecepatan transaksi dan kemudahan transaksi darimanapun.

Maybank menjawab tuntutan masyarakat era digital ini dengan mengembangkan layanan perbankan digital.

Ingin pergi kemana saja dengan berbagai transportasi mulai dari Pesawat, Kereta, Bus dan Travel cukup mudah sekali. Cukup satu kali klik di salah satu aplikasi penyedia, kita sudah mendapatkan nomor seat pesawat atau kereta dalam hitungan menit dan sambil nonton TV diatas tempat tidur. Memilih ratusan hotel dan penginapan cukup satu klik sudah tinggal datang dan menginap ke kota yang ingin kita tuju.

Menyiapkan barang pesanan pembeli cukup dengan satu klik dengan supplier penyedia barang dan mengirimnya melalui jasa kurir ke customer cukup menekan tombol satu klik, barang sudah dijemput dan diantar ke alamat tujuan.

Dan dunia perbankan, salah satunya Maybank ikut andil mempermudah perubahan perilaku baru di era new digital ini dengan layanan automatic transaksi melalui layanan mobil apps online banking. Melakukan pembayaran, mentransfer dana ke supplier, mengirim uang, membaca laporan harian aktivitas keuangan. Semua dijalankan dengan sangat simpel dan bisa diakses darimanapun tanpa mengganggu akvititas kita di rumah.

Digital banking semakin diminati masyarakat. Setidaknya hal ini diperkuat dengan data yang disampaikan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bahwa data volume transaksi digital banking naik signifikan sebesar 37,8% year on year (yoy). Selain itu, transaksi uang elektronik pun menguat 24,42% yoy. Sementara penggunaan kartu debit malah menurun 18,9% yoy.

Dengan penduduk sekitar 270 juta jiwa adalah negara kedua di Asia Tenggara yang paling antusias dalam pengunaan digital banking dibanding negara lainnya setelah Myanmar. Bahkan selama tiga tahun terakhir, penggunaan jalur digital banking di Indonesia telah tumbuh dua kali lebih cepat dari pasar negara berkembang lainnya di Asia.

Perubahan perilaku ke new era digital inilah yang peluangnya ditangkap sejumlah perbankan nasional. Salah satunya Maybank Indonesia. Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan, aplikasi M2U tidak hanya menyediakan layanan pembukaan rekening dengan mudah dan cepat, tetapi juga menyediakan fitur yang nyaman dan tidak rumit seperti QR Pay, proses KYC secara digital untuk pembukaan rekening, channel pembayaran donasi, dan fitur menarik lainnya.

“Kami telah mengambil langkah proaktif untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut terhadap portofolio bank atas pandemi global yang terjadi,” ujar Taswin.

Head, Strategy, Transformation & Digital Office Maybank Indonesia Michel Hamilton mengungkapkan rata-rata orang Indonesia semakin banyak yang melakukan transaksi dari rumah. Didukung dengan penggunaan digital banking. Sehingga Indonesia menempati urutan nomor dua dengan antusiasme masyarakat yang telah mengadopsi digital banking.

Terlebih di tengah pandemi ini, penggunaan layanan M2U tercatat meningkat drastis. “Digital terjadi semakin cepat dan ini memaksa kami melakukan inovasi lima kali lebih cepat dari yang sebelumnya,” sebut Hamilton.

“Lebih dari 82 persen customer memiliki konsen terkait pergi ke bank. Mereka lebih suka untuk melakukan kegiatan sehari-hari mereka di area rumah. Di era pandemi ini makin banyak masyarakat dunia yang makin meningkat mencoba digital banking application,” ujarnya dalam sebuah kesempatan diskusi secara webinar awal September silam.

Terbukti transaksi keuangan yang dilakukan melalui M2U tumbuh pesat sebesar 136 persen menjadi 4,5 juta transaksi pada semester I/2020. Sementara ada sekitar 34.000 pembukaan rekening tabungan/deposito dan lebih dari 45.000 rekening baru dibuka melalui M2U.

Bicara soal sejumlah fitur digital banking yang disiapkan oleh Maybank Indonesia, Michel Hamilton menyebut ketersediaan fitur yang akan memudahkan transaksi dan kebutuhan nasabah akan terus ditingkatkan.

“Sampai suatu hari M2U akan menjadi sebuah full bank in your pocket,” kata Michel.

Menurutnya, apa yang diupayakan oleh Maybank Indonesia lewat layanan digital banking-nya adalah usaha perusahaan untuk melayani nasabah agar merasakan layanan yang lebih simpel, lebih cepat dan nyaman sesuai dengan misi Maybank, “humanizing financial services”.

Bank telah mengubah kondisi pasar yang menantang menjadi peluang pada layanan perbankan digital serta tetap menjaga pertumbuhan yang baik. Kondisi saat ini telah membuat perseroan menjadi lebih kreatif, terutama dengan memanfaatkan teknologi dalam melakukan komunikasi kepada para nasabah. (berbagai sumber)