Apakah Rasulullah Melihat Allah Ketika Isra Miraj?

Perjalanan Isra’ Miraj adalah perjalanan yang agung di mana Rasulullah melihat secara langsung keadaan orang-orang yang disiksa di neraka serta keadaan orang-orang yang berada di surga.

Ilustrasi

Hal ini dikuatkan dengan hadits:

قال رسول الله تعلموا أنه لن يرى أحد منكم ربه حتى يموت

Artinya, “Rasulullah bersabda ‘Ketahuilah kalian semua bahwa tidaklah salah satu diantara kalian meilhat Tuhannya hingga ia mati,’” (HR Muslim).

Menurut ulama Ahlussunnah wal Jama’ah, nantinya orang-orang yang beriman melihat Allah di Hari Kiamat dengan jelas tanpa penghalang sedikitpun sebagaimana seseorang melihat rembulan di waktu purnama. Hal ini dikuatkan dengan hadits

عن جرير بن عبد الله قال كنا جلوسا عند رسول الله إذ نظر ليلة البدر فقال لنا إنكم سترون ربكم كما ترون هذا القمر

Artinya, “Diceritakan dari Jarir bin Abdullah bahwa beliau mengatakan, ‘(suatu ketika) Kami duduk bersama Rasulullah ketika melihat bulan purnama, kemudian Rasulullah bersabda, ‘Sungguh kalian akan melihat tuhan kalian (di hari kiamat) sebagaimana kalian melihat rembulan ini,’’” (HR Daruquthni).

Kesimpulan di sini adalah peristiwa nabi Muhammad melihat Allah ketika malam Isra’ Miraj adalah peristiwa yang diperdebatkan oleh para sahabat nabi. Akan tetapi, perbedaan pendapat ini tidak sampai menjadikan para sahabat nabi saling mengkafirkan maupun membid’ahkan ataupun menganggap sesat kepada kelompok yang berbeda pendapat.

Hal ini menjadi bukti bahwa melihat Allah adalah hal yang mungkin terjadi secara akal. Berbeda halnya dengan pendapat Mutazilah yang mengatakan bahwa melihat Allah adalah suatu hal yang tidak mungkin terjadi baik di dunia maupun di akhirat.(Ar-Razi, 2010: XIII/103). (Artikel ini dikutip dari NU.or.id)

Leave a Reply