Update Korban Ponpes Al Khoziny Runtuh: Meninggal Bertambah 14 Santri, 103 Selamat

Total korban tercatat sebanyak 167 orang. Dari jumlah tersebut, 118 orang telah ditemukan dengan rincian; 103 orang dalam kondisi selamat, 14 orang meninggal dunia dan satu orang kembali ke rumah tanpa memerlukan penanganan medis lanjutan

TIM SAR terus melakukan evakuasi korban di reruntuhan Musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Desa Buduran Sidoarjo, Jawa Timur yang Runtuh

Jakarta, EDITOR.ID,- Musibah runtuhnya bangunan musala Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur akibat kelalaian, kian menyayat. Hingga hari keenam pencarian, jumlah korban tewas yang ditemukan terus bertambah. Perkembangan terbaru, jumlah santri yang tewas bertambah jadi 14 santri. Sementara korban selamat ada 103 orang.

Para wali santri pun pasrah menunggu nasib putranya yang hilang. Mereka tetap berharap anaknya bisa ditemukan dalam kondisi apapun baik hidup maupun mati. Hingga kini jumlah korban yang hilang di dalam reruntuhan bangunan mencapai 49 orang.

Tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi korban dengan berbagai cara apapun. Tim SAR bekerja keras siang malam untuk menemukan korban baik dalam keadaan hidup maupun sudah meninggal.

“Total korban tercatat sebanyak 167 orang. Dari jumlah tersebut, 118 orang telah ditemukan dengan rincian; 103 orang dalam kondisi selamat, 14 orang meninggal dunia dan satu orang kembali ke rumah tanpa memerlukan penanganan medis lanjutan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Sabtu (4/10/2025).

Dari korban selamat, sebanyak 14 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, 89 orang telah diperbolehkan pulang dan satu orang dirujuk ke rumah sakit di Mojokerto.

“Sementara itu, sebanyak 49 orang lainnya (berdasarkan daftar absensi yang dirilis pihak pondok pesantren) masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan,” jelasnya.

Data tersebut masuk per pukul 23.05 WIB, Jumat (3/10/2025). Petugas masih melanjutkan proses evakuasi.

“Adapun hasil operasi pencarian pada hari ini tercatat tambahan delapan jenazah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Proses pencarian dan evakuasi masih terus dilanjutkan dengan dukungan penuh dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, PMI, Tagana, Pemadam Kebakaran dan unsur relawan lainnya,” katanya.

Muhari mengatakan evakuasi dilakukan selama 24 jam penuh. Saat ini, fokus evakuasi pada sisi utara.

“Proses pembersihan puing kini difokuskan pada sisi utara, khususnya pada bagian bangunan yang tidak lagi terintegrasi dengan struktur utama,” jelasnya. (*)

Leave a Reply