Unair Serahkan Uji Klinis Obat Penawar Corona Temuannya

EDITOR.ID – Surabaya, Seolah berlomba dan berburu waktu siapa yang paling cepat menghadirkan vaksin anti Corona di hadapan masyarakat Indonesia. Ketika Universitas Padjajaran Bandung bekerjasama dengan Bio Farma masih memulai uji klinis vaksin Covid Sinovac buatan China, Universitas Airlangga Surabaya justru sudah lebih maju dalam hal pengembangan vaksin Covid temuannya.

Kampus yang punya Laboratorium terbesar di Indonesia ini malah sudah selesai melakukan uji klinis Tahap Ketiga. Dan Universitas Airlangga Surabaya segera menyerahkan hasil uji klinis fase ketiga atas vaksin temuannya ke Jakarta untuk melalui proses uji selanjutnya sebelum diproduksi massal.

Vaksin ini menggunakan lima kombinasi obat untuk mencegah Covid-19 sekaligus penawar Covid-19.

“Besok siang kami akan menyerahkan hasil uji klinis fase ketiga lima kombinasi obat penawar Covid-19 kepada mitra kami yang ada di Jakarta,” kata Rektor Unair Prof Mohammad Nasih di Surabaya, Jumat (14/8/2020).

Nasih mengungkapkan semua proses uji klinis lima kombinasi obat penawar Covid-19 yang diminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) seperti inklusivitas, etik dan lain telah dipenuhi dan hasilnya cukup menggembirakan.

Unair telah menguji coba lima kombinasi obat penawar Covid-19 kepada sebanyak 700 pasien. Sementara BPOM hanya memberi persyaratan uji klinis diuji coba kepada 600 pasien.

“Dari proses tersebut akan kami berikan ke pemberi pekerjaan yakni mitra kami. Proses selanjutnya terserah mereka. Karena Unair telah menyelesaikan tugasnya,” ucapnya.

Setelah proses tersebut, agar lima kombinasi obat penawar Covid-19 bisa diedarkan harus terlebih dahulu mendapat izin edar dan izin produksi dari BPOM.

Jika izin produksi maupun izin edar telah didapat dari BPOM, Nasih optimis lima kombinasi obat penawar Covid-19 akan dapat diedarkan pada bulan September..

“Jika itu sudah dapat akan diproduksi. Kami yakin BPOM melihat bahwa masalah ini sangat mendesak sehingga mereka berbesar hati memberikan izin produksi dan izin edar. Jika itu diberikan, September bisa diproduksi. Tapi itu bukan ranah Unair,” ujarnya.

Nasih meminta dukungan dari berbagai pihak untuk mendukung lima kombinasi obat yang telah ditemukan peneliti Unair sehingga obat tersebut dapat dimanfaatkan sebelum ditemukannya vaksin Covid-19.

“Mohon doanya, dalam satu dua hari ini kami akan rilis temuan-temuan itu. Paling tidak sampai vaksinnya ada, obat ini bisa dimanfaatkan,” ujarnya. (Tim)

Leave a Reply