Tampil di Bazar Ekonomi Kreatif Bhayangkari 2019, Stand Polda Jabar Dibanjiri Pengunjung

“Bukan cuma hanya sekadar istri polisi tapi mereka punya kreativitas yang bisa membantu menambah penghasilan suaminya,” pungkas Lulytha.

Sejumlah Stand Bazaar menyediakan aneka makanan, batik, tas, hiasan, pakaian motif tapis dan celugam.

Ketua umum Bhayangkari, istri Jendral Polisi ( Purn. ) Prof. H. M.Tito Karnavian, Ph.D, Ny. Tri Tito Karnavian, M. Si., membuka acara Bazaar Ekonomi Kreatif Bhayangkari Se-Indonesia didampingi Pengurus Pusat Bhayangkari pada hari Rabu 23 Oktober.

Saat membuka Bazar, Ny. Tri Tito Karnavian mengatakan, ada 300 stand yang terdapat dalam kegiatan kali ini dari perwakilan daerah Bhayangkari yang ada di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya Ny. Tri Tito Karnavian mengatakan “Bhayangkari tidak hanya mendompleng sebagai istri Polri tapi mempunyai potensi-potensi dan profesi yang profesional”.

Acara yang diselenggarakan pada tanggal 23, 24 dan 25 Oktober 2019 di Wisma Bhayangkari ini dilaksanakan guna mendukung produk Nusantara Indonesia.

Bazaar ini terbuka untuk umum dan tidak menggunakan tiket masuk. “Semoga Bhayangkari terus eksis dan dicintai oleh anggotanya dan terutama dihargai oleh masyarakat sebagai organisasi.” tutup Ny. Tri Tito Karnavian.

Lewat Bazaar Bhayangkari ini, istri-istri polisi dari 33 Polda menampilkan kebolehannya dalam kreatifitas seni dan budaya. Lebih dari 300 stand menampilkan berbagai macam bentuk kreatifitas seni dan budaya.

Di bazaar ini juga dijual produk-produk hasil kreatifitas ibu-ibu Bhayangkari dari seluruh Polda jajaran Polri. Ada berupa pakaian, olahan makanan, tas-tas dan sepatu, aksesoris dan banyak lagi.

Bhayangkari Polda Metro Jaya misalnya, menampilkan produk-produk berupa penganan tradisi masyarakat Betawi dan industri kreatif lainnya. Berbeda dengan Polda Metro Jaya, Bhayangkari Polda Jawa Tengah menonjolkan produk khas Jawa berupa batik.

Di stand Bhayangkari Polda Jateng Ini juga ditampilkan ibu Bhayangkari yang memiliki bakat membatik. Mereka juga menampilkan produk tradisi Jawa berupa jamu Sukoharjo.

Sementara Bhayangkari Polda Kalimantan Timur memajang produk hasil kreatifitasnya berupa kain khas Kalimantan dengan desain modern. Ada juga produk sepatu yang dibuat dan didesain oleh istri polisi berpangkat AKP di Polres Kukar. (tim)

Leave a Reply