Artinya: “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
Dilansir dari buku Cermin Muslim: Petikan Hikmah Bekal Pribadi Muslim oleh Dr. Muhammad Irfan Helmy, Lc., M.A, husnul khatimah diartikan sebagai akhir yang baik. Artinya keadaan baik yang terjadi kepada diri seorang muslim pada saat ia meninggal dunia yang diisi dengan amal saleh sampai ajal menjemputnya.
Ada beberapa karakter yang menandakan seorang muslim meninggal dalam kondisi baik tersebut. Berikut penjelasannya yang dikutip dari Syaikh Majdi Muhammad asy-Syahawi dalam Sakarat al Maut Wa’izhah al Maut Wa Syada ‘Iduhu dan buku Jangan Takut Mati Bila Husnul Khatimah karangan Ahmad Zacky El-Shafa.
Ciri-ciri Orang Mau Meninggal Husnul Khotimah dalam Islam
1. Mengucapkan Kalimat Syahadat
Ciri yang pertama adalah muslim yang mengucapkan kalimat syahadar sebelum mengembuskan napas terakhirnya. Pengucapan kalimat syahadat tentu lebih baik jika dibarengi penerapannya selama hidup.
مَنْ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَابْنُ أَمَتِهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شَاءَ
Artinya: Dari Ubadah bin Shamit, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah dan tidak ada sekutu bagi-Nya, juga bersaksi bahwasanya Muhammad adalah utusan-Nya, dan bahwasanya Isa adalah hamba Allah dan anak dari budak wanita-Nya serta kalimat-Nya yang ia sampaikan kepada Maryam dan ruh dari-Nya. Bersaksi bahwa surga dan neraka benar adanya. Allah akan masukkan ke dalam surga lewat pintu surga yang delapan sekehendaknya.” (HR Bukhari)
2. Dahi Berkeringat
Keringat pada dahi ini menandakan rasa malu akibat kesalahan saat masih hidup. Kondisi ini berbeda dengan seorang hamba yang tak lagi punya rasa malu atau bersalah yang didasarkan dari hadits berikut,
نْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ “ الْمُؤْمِنُ يَمُوتُ بِعَرَقِ الْجَبِينِ ” .
Artinya: Seperti dijelaskan Abdullah bin Buraidah dari ayahnya, Rasulullah SAW berkata, “Orang beriman meninggal dengan keringat pada alisnya.” (HR Tirmidzi)












