Jakarta, EDITOR.ID,- Langkah ekspansi bisnis Arsari Group di bawah komando Hashim Djojohadikusumo kembali mencatatkan babak baru yang strategis. PT Nations Petroleum, perusahaan minyak dan gas bumi yang bernaung di bawah grup bisnis adik kandung Presiden Prabowo Subianto ini, resmi keluar sebagai pemenang tender lelang Wilayah Kerja (WK) Migas Tahap I Tahun 2026.
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian ESDM, ada enam blok migas yang dilelang, yakni terdiri dari dua WK lelang penawaran langsung, yaitu Sapukala dan Natuna D-Alpha, serta empat WK lelang reguler area studi ABT 2025, yakni Bengara II, Pesut Mahakam, Puri, dan Rupat.
Secara keseluruhan, total nilai komitmen pasti dari enam WK yang dilelang secara keseluruhan bernilai fantastis, mencapai US$ 141,51 juta (lebih dari Rp2,2 triliun dengan asumsi kurs saat ini) dengan akumulasi bonus tanda tangan sebesar US$ 1,6 juta.
Nations Petroleum sendiri sukses mengamankan salah satu aset paling strategis melalui mekanisme penawaran langsung, yakni WK Migas Natuna D-Alpha. Untuk blok jumbo ini, perusahaan mematok komitmen pasti tiga tahun pertama sebesar US$ 103.309.000 disertai bonus tanda tangan senilai US$ 200.000.
Mengutip website resmi Arsari Group, Nations Petroleum merupakan perusahaan migas yang berinvestasi dalam teknologi ekstraksi dan pemulihan mutakhir dengan tujuan memaksimalkan efisiensi, mengoptimalkan sumber daya, dan berkontribusi pada masa depan energi yang lebih terjamin.
Pengalaman Tiga Dekade di Kancah Global
Kemenangan ini bukan buah kebetulan. Hashim menegaskan bahwa dirinya telah berkecimpung di sektor hulu migas internasional sejak tahun 1994, atau telah mengantongi pengalaman selama 32 tahun.
Hashim sempat menceritakan bahwa keterlibatannya di sektor hulu migas telah dimulai sejak 1994. Ia menyebut perjalanan bisnisnya mencakup eksplorasi di berbagai benua, artinya, dia sudah paham dinamika operasional dan risiko tinggi di industri energi internasional.
“Saya selain dari sebagai pengusaha minyak gas, saya sudah punya usaha minyak gas sejak tahun 1994. Maka saya sudah banyak pengalaman di bidang migas sudah 32 tahun. Dan saya juga mempunyai pengalaman di luar Indonesia,” ujarnya dalam acara The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Tangerang, dikutip Jumat (18/9/2026).
Ekspansi bisnis migas milik keluarga Djojohadikusumo itu tercatat pernah menjangkau wilayah Asia Tengah hingga Amerika Serikat. Hashim merinci sejumlah negara tempat perusahaannya pernah memegang konsesi dan beroperasi secara aktif, mulai dari Kazakhstan, Azerbaijan, hingga wilayah California di Amerika Serikat.
Melalui pengalaman puluhan tahun tersebut, Hashim menekankan bahwa kunci keberhasilan investasi migas di mana pun berada terletak pada tiga faktor utama, yakni kepastian hukum, stabilitas politik, serta aturan fiskal yang kompetitif. Ia meyakini resep sukses ini telah dipahami dengan baik oleh pemerintah Indonesia saat ini guna menarik lebih banyak investor global.
Gurita Bisnis Arsari Group: Dari Migas hingga Kripto dan Telekomunikasi
Tak hanya mendominasi sektor energi, jejaring bisnis keluarga Djojohadikusumo ini juga kian menancapkan taringnya di berbagai sektor strategis nasional:
Transformasi Digital & Kripto
Melalui PT Arsari Nusa Investama, Arsari Group masuk sebagai pemegang saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN). Langkah ini sejalan dengan komitmen mendukung ekosistem digital legal yang diawasi OJK, termasuk entitas PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC).
Infrastruktur Telekomunikasi
Lewat PT Arsari Sentra Data, Hashim memegang kendali tidak langsung di PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI). Perusahaan ini sebelumnya juga sukses memenangkan lelang pita frekuensi 1.4 GHz Broadband Wireless Access (BWA) Region 1 (Jawa, Papua, dan Maluku) pada tahun 2025 lalu.
Wakil Direktur Utama dan Direktur Operasional Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo, menegaskan bahwa keputusan investasi ini merupakan bentuk dukungan nyata Arsari terhadap transformasi digital Indonesia.
“Keputusan investasi ini merupakan bentuk dukungan nyata Arsari terhadap transformasi digital Indonesia,” tegas Wakil Direktur Utama dan Direktur Operasional Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo.
Dengan kemenangan tender migas bernilai fantastis ini, Arsari Group semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain konglomerasi paling berpengaruh di tanah air, yang membentang dari perut bumi Natuna hingga sektor teknologi masa depan.
Aryo menyebut Arsari Group memiliki visi yang sejalan dengan COIN beserta entitas anaknya, PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) yang sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Jejak bisnis Arsasi Grup juga terlihat di PT Solusi Sinergi DigitalTbk (WIFI). Melalui PT Arsari Sentra Data, Hashim secara tidak langsung menjadi pemilik perusahaan yang menawarkan layanan periklanan, produk dan layanan digital, serta jaringan serat optik tersebut.
Pada 23 Desember 2024, Arsari Sentra membeli 45% saham PT Investasi Sukses Bersama dari Tinawati. Investasi Sukses Bersama tercatat sebagai pengendali WIFI dengan kepemilikan saham sebesar 54,42% per 31 Agustus 2026.
Sebagai informasi, pada 2025 WIFI memenangkan lelang pita frekuensi 1.4 GHz Broadband Wireless Access (BWA) untuk Region 1 yang mencakup Pulau Jawa, Papua, dan Maluku. ***












