Jakarta, EDITOR.ID,- Innalilahi wa Innalilahi Rojiun. Sungguh mulia sekali meninggal dalam keadaan husnul khatimah atau meninggal dunia dalam keadaan baik, taat kepada Allah, dan dosa diampuni. Hal ini terjadi pada seorang qori di Bireuen, Aceh. Beliau meninggal dunia saat membaca Al Quran di acara peringatan Isra Mi’raj 1446 H/2025 M di Masjid Geudong-Geudong, Kota Juang, Bireuen.
Qori bernama Teungku Hasbi Ahmad meninggal sekitar pukul 20.30 WIB, Minggu malam (26/1/2025) saat mengulang membacakan ayat suci Alquran ‘Linuriyahu Min Ayatina’ dari surah Al Isra.
Arti ayat suci Al Quran ‘Linuriyahu Min Ayatina’ membuat merinding yaitu ‘Agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami’.
Sosok Teungku Hasbi Ahmad masih berusia 55 tahun dan dikenal baik oleh masyarakat sekitarnya.
Selain qori, Teungku Hasbi juga merupakan ulama di Bireuen, Aceh. Ia juga Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 16 Bireuen atau berstatus PNS.
Meninggalnya Teungku Hasbi Ahmad membuat masyarakat Bireuen kaget.
Dalam video viral yang beredar, salah satunya diunggah akun Instagram @Republika seperti dilihat, Senin (27/1), Teungku Hasbi Ahmad, membaca Al Quran sambil berdiri di podium.
Qori ini mengenakan gamis kuning dan kopiah hitam. Lantunan ayat suci Al Quran dari suara merdunya mengisi ruangan membuat suasana khidmat bagi jemaah yang hadir.
Mulanya tak ada yang aneh dengan kondisi qori tersebut. Namun di tengah-tengah melantunkan Al Quran itu suaranya mendadak melemah, tubuh qori itu perlahan ambruk terjatuh ke samping.
Ayat terakhir yang dia ucapkan adalah saat mengulang ‘Linuriyahu Min Ayatina’ dari surah Al Isra.
Saat terjatuh, Teungku Hasbi terlihat memegang dadanya. Sontak jemaah kaget dan langsung menghampiri qori tersebut.
Usai kejadian qori tersebut langsung dilarikan ke RSUD dr Fauziah. Namun saat tiba di rumah sakit, petugas medis menyatakan qori itu telah meninggal dunia.
Ciri-ciri orang yang meninggal husnul khatimah, di antaranya:
1. Sebelum meninggal, ia diberi taufiq untuk menjauhi hal-hal yang dapat membuat Allah murka
2. Meninggal dalam keadaan beramal shalih
3. Hati dan bibirnya selalu berdzikir mengingat Allah SWT saat sakaratul maut
Meski demikian, sejatinya, kematian menjadi rahasia Allah SWT sehingga tidak ada yang mengetahui pasti kapan kematian tersebut akan datang sebagaimana disebut dalam surah Luqman ayat 34. Allah SWT berfirman,
إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۢ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۢ












