SOS! Alat Pelindung Diri Dokter dan Tenaga Medis Kian Menipis

Relawan tersebut, lanjut dia, membantu kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitasi. Saat ini kondisi Surabaya memang belum begitu parah. Namun, ketika kondisinya semakin parah, paramedis yang kini bertugas tentu bisa lelah dan drop. Jadi, harus ada pengganti. ’’Hal itu harus kami pikirkan. Kami punya pasukan dari alumni,’’ jelasnya.

Untuk pendistribusian relawan, lanjut dia, IKA FK Unair akan tetap berkoordinasi dengan Dinkes Jatim, Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI), dan rumah sakit rujukan. ’’Jadi, kami tidak jalan sendiri,’’ paparnya.

Saat ini IKA FK Unair mendorong pemerintah agar bisa membuka mapping persebaran Covid-19 di Surabaya. Dengan begitu, para relawan bisa ikut berperan dalam kegiatan promotif, kuratif, dan rehabilitasi. Terlebih, sebentar lagi ada skrining aktif dan rapid test. Kegiatan tersebut tentu butuh banyak tenaga medis.

’’Seharusnya tidak perlu ditutupi. Setidaknya cukup daerahnya mana saja. Bukan nama dan alamat jelas,’’ katanya.

Selain itu, pemberian rehabilitasi dibutuhkan bagi pasien Covid-19. Sebab, pasien Covid-19 pasti merasakan tekanan sosial. Rehabilitasi bertujuan agar tidak ada stigma dan diskriminasi. ’’Kami juga harus membantu sosialisasi ke masyarakat agar tidak terjadi diskriminasi atau stigma pada pasien yang sudah sembuh dari Covid-19. Jangan seperti HIV atau penyakit lain,’’ paparnya. (tim)

Leave a Reply