Settia

SOS! Alat Pelindung Diri Dokter dan Tenaga Medis Kian Menipis

EDITOR.ID, Surabaya,- Hari-hari ke depan, beban kerja para dokter dan tenaga medis semakin berat. Pasalnya, jumlah warga yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona atau Covig-19 semakin bertambah. Otomatis semakin bertambah pula jumlah yang harus dijaga para tenaga medis dan dokter.

Namun yang memprihatinkan, terungkap bahwa Alat Pelindung Diri (APD) khususnya baju kedap udara anti virus persediaanya semakin menipis. Konon kabarnya stok APD baju anti virus bertahan tinggal untuk hari Senin besok.

Hal ini dikarenakan kebutuhannya sangat banyak seiring pelayanan kepada masyarakat yang semakin bertambah jumlahnya.

Di Surabaya, pihak Rumah Sakit Universitas Airlangga menyatakan stok alat pelindung diri atau APD untuk menangani pasien Corona hanya cukup untuk dua hari ke depan.

Alfian Nur Rosyid Sekretaris Tim satgas Corona Rumah Sakit Unair Surabaya menyatakan, dalam sehari tim medis membutuhkan minimal 70 set APD karena persediaanya makin menipis

“Hingga kini, ada dua pasien dalam pengawasan atau PDP dan dua orang positif Corona yang dirawat di RS Unair, untuk menangani pasien tersebut, dibutuhkan minimal 70 set pakaian alat pelindung diri setiap hari,” ujar Alfian.

Selain baju Astronot, pihak Rumah Sakit juga mulai kehabisan stok masker N-95, masker bedah dan gown cover. Persedian APD tersebut kian menipis dan hanya bertahan hingga hari Senin besok. Direktur RSUA Prof Nasronudin SpPD-KPTI FINASIM mengatakan, kebutuhan prioritas saat ini adalah masker N-95, masker bedah dan gown cover all.

Seluruh kebutuhan APD yang dimiliki saat ini hanya cukup hingga Senin (23/3). “Selain sibuk melayani pasien, ternyata kami juga disibukkan mencari APD karena barang yang ada hanya cukup sampai Senin,” katanya.

Sementara itu Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUA Dr dr Hamzah SpAn KNA menuturkan, saat ini RS Universitas Airlangga juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Dinkes Jatim, dan BPBD terkait ketersediaan peralatan medis serta APD untuk penanganan Covid-19 di RSUA.

’’Semua pemerintah sangat konsentrasi membantu kami. Hingga kini masih terpenuhi. Termasuk baju astronot masih ada 100 set. Kurang lebih cukup seminggu,’’ paparnya.

Hingga kini belum ditemukan obat-obatan untuk menangani pasien Covid-19. Hamzah menambahkan, beberapa obat yang digunakan untuk pasien Covid-19 adalah obat-obatan antivirus,’’ katanya.

Selain itu, Ketua Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Kedokteran (FK) Unair dr Poedjo Hartono SpOg mengatakan, situasi saat ini menggugah alumni untuk ikut membantu menangani Covid-19. Saat ini pihaknya juga mendata relawan-relawan dari alumnus FK Unair.

’’Saat ini kami sudah rapat dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mendata relawannya. Jadi, ketika dibutuhkan, relawan sudah siap membantu,’’ katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *