Serpihan Pesawat ATR 42-500 Disewa KKP Ditemukan Pendaki di Kaki Gunung Bulusaraung

Pesawat ini dikabarkan disewa oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sebelumnya dikabarkan sebuah pesawat yang hilang kontak sedang dalam penerbangan dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Pesawat ATR 400 Kehilangan Kontak

Maros, Sulawesi Selatan, EDITOR.ID – Pesawat ATR 42-500 rute bandara Yogyakarta- bandara Hasanudin Makassar dikabarkan hilang kontak diatas bukit Leang-Leang. Hingga berita ini diturunkan belum ada kabar ditemukannya pesawat tersebut.

Namun tim SAR dibantu relawan sejak Sabtu siang telah bergerak menuju tebing Bukit untuk mencari pesawat. Sejumlah saksi mata mendengar suara ledakan disertai asap di bukit Leang-Leang. Beredar foto-foto dan video tidak resmi dari warga yang menduga telah menemukan serpihan pesawat, namun pihak berwenang masih melakukan verifikasi lebih lanjut.

Sementara video yang memperlihatkan puing-puing serpihan pesawat pertama kali ditemukan dan direkam oleh seorang pendaki di kaki Gunung Bulusaraung.

Video tersebut menunjukkan serpihan pesawat mengalami terbakar serta diketemukan sisa atribut berlogo instansi (diduga terkait Kementerian Kelautan dan Perikanan/KKP).

Pesawat ini dikabarkan disewa oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Sebelumnya dikabarkan sebuah pesawat yang hilang kontak sedang dalam penerbangan dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT ini diduga disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Pesawat hilang kontak sekitar pukul 13.17 WITA di titik koordinat 04°57’08” S 119*42’54” E, saat melintas di wilayah udara Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Beberapa laporan menyebutkan koordinat terakhir terdeteksi sekitar 20 km timur laut Makassar di ketinggian 5.000 kaki.

Pantauan lokasi terakhir oleh radar mencatat di sekitar wilayah Leang-leang, Kabupaten Maros, atau di perbatasan Maros-Pangkep.

Pesawat berjenis ATR 42-500 (beberapa sumber menyebut ATR 400) milik maskapai Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak pada hari ini, Sabtu, 17 Januari 2026.

Pesawat ATR 42-500 diketahui jenis pesawat regional yang sering digunakan untuk rute domestik jarak pendek-menengah, dalam hal ini termasuk yang menghubungkan YIA (Yogyakarta) dengan UPG (Makassar).

Pesawat tersebut mengangkut total 11 orang, yang terdiri dari 3 penumpang dan 8 kru pesawat.

Tim SAR gabungan dari Basarnas Makassar dan BPBD Pangkep telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses asesmen dan evakuasi.

Laporan awal menyebutkan adanya suara dentuman atau ledakan yang terdengar oleh warga sekitar sebelum puing-puing ditemukan.

Sebelum kejadian, pesawat tersebut dilaporkan sempat mengalami masalah mesin dan mendarat kembali di Bandara Halim Perdanakusuma pada Kamis (15/1/2026) untuk perbaikan

Hingga saat ini, tim pencari masih terus bergerak menuju titik lokasi pasti untuk mengonfirmasi kondisi para penumpang dan kru.

Tim Basarnas Makassar telah mengerahkan sekitar 60 personel menuju titik koordinat yang diberikan oleh AirNav untuk melakukan pencarian dan evakuasi.

Hingga sore hari tanggal 17 Januari 2026, tim Basarnas dan aparat gabungan masih menyisir lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat di sekitar Gunung Bulusaraung atau perbatasan Maros-Pangkep.

Kawasan Maros di kaki Gunung Bulusaraung merupakan bagian dari Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

Lokasi ini menjadi favorit bagi pendaki dan pencinta alam karena menawarkan pemandangan karst yang spektakuler .

Desa Tompobulu di Kabupaten Maros adalah pintu masuk utama untuk mendaki Gunung Bulusaraung

Desa ini dikenal sebagai desa wisata yang asri dengan udara sejuk. Di sepanjang jalur pendakian, pengunjung dapat menemukan berbagai spesies endemik Sulawesi, termasuk berbagai jenis burung dan kera hitam (Macaca maura). (*)

Leave a Reply