Jakarta, EDITOR.ID,- Rusia diguncang gempa dahsyat sepanjang sejarah. Gempabumi tektonik bermagnitudo 8,7 SR. Pusat gempa terjadi di pesisir timur Kamchatka, Rusia pada Rabu, (30/7/2025) pukul 06:24:50 WIB. Gempa ini mengakibatkan puluhan bangunan porak poranda. Warga pesisir panik dan berusaha menyelamatkan diri.
Warga setempat melaporkan bahwa furnitur bergetar, peralatan rumah tangga jatuh dan alarm mobil berbunyi akibat guncangan gempa yang kuat. Salah satu video yang diunggah online menunjukkan sejumlah mobil yang sedang diparkir berguncang saat gempa melanda.
Sejumlah video yang beredar di media sosial, dilansir media Rusia, RT.com, Rabu (30/7/2025) memperlihatkan sejumlah dinding pada sebuah Taman Kanak-Kanak di area Petropavlovsk-Kamchatsky runtuh akibat gempa dahsyat tersebut. Namun, sejauh ini belum ada laporan korban jiwa yang terkonfirmasi.
Sejumlah video lainnya menunjukkan kepanikan warga yang berlarian ke jalan saat gedung-gedung bergetar hebat, dengan bagian atap runtuh dan puing berjatuhan ke tanah, ketika gempa mengguncang.
Salah satu video yang direkam di bandara setempat menunjukkan para calon penumpang panik dan mencari perlindungan saat guncangan keras dirasakan.
Gempa dahsyat ini berpusat di perairan lepas pantai timur jauh Rusia, tepatnya di titik yang berjarak 136 kilometer sebelah tenggara Petropavlovsk-Kamchatsky.
Kepulauan Kuril menjadi salah satu wilayah yang terdampak gelombang tsunami menyusul gempa dahsyat itu. Gelombang pertama, menurut laporan Gubernur Wilayah Sakhalin, Valery Limarenko, menghantam pesisir Severo-Kurilsk — ada di bagian utara Kuril — tak lama usai gempa mengguncang di dekat Semenanjung Kamchatka.
Hasil analisis parameter update menunjukkan gempabumi ini memiliki magnitudo M8,7. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 52,51° LU; 160,26° BT pada kedalaman 18 km.
Otoritas setempat telah memerintahkan evakuasi penduduk kota tersebut, yang diperkirakan jumlah lebih dari 2.500 jiwa, ke daerah-daerah yang lebih tinggi dan jauh dari area pantai.
“Warga tetap aman di dataran tinggi hingga ancaman tsunami sepenuhnya hilang,” ucap Limarenko dalam imbauannya, sembari mengatakan semua layanan darurat beroperasi dalam mode siaga tinggi.
“Semua tindakan yang diperlukan sedang diambil untuk memastikan keselamatan publik,” imbuhnya.
Beberapa rekaman video yang dirilis media lokal dan pejabat setempat menunjukkan momen ketika gelombang mencapai area pesisir dan warga bergerak ke dataran lebih tinggi ketika sirene peringatan tsunami meraung-raung.
Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan besar.
Namun, sebuah pabrik pengolahan ikan Alaid di Sever-Kurilsk terendam genangan air laut usai tsunami menerjang. Untungnya, seluruh karyawan pabrik itu telah dievakuasi dari fasilitas tersebut sebelumnya.
Kepulauan Kuril menjadi salah satu wilayah yang terdampak gelombang tsunami menyusul gempa dahsyat itu.
Gelombang pertama, menurut laporan Gubernur Wilayah Sakhalin, Valery Limarenko, menghantam pesisir Severo-Kurilsk — ada di bagian utara Kuril — tak lama usai gempa mengguncang di dekat Semenanjung Kamchatka.

Dalam siaran persnya, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Daryono mengungkapkan sejumlah wilayah Indonesia waspada tsunami.
Daryono mengatakan berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi ini merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng pada Palung Kurile-Kamchatka (Kurile-Kamchatka Trench). Gempabumi ini memiliki mekanisme naik (thrust fault).
Hasil analisis BMKG, gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di sejumlah wilayah Indonesia dengan status waspada (ketinggian Tsunami kurang dari 0.5m).
Diantaranya, di wilayah Talaud (ETA 14:52:24 WITA), Kota Gorontalo (ETA 16:39:54 WITA), Halmahera Utara (ETA 16:04:24 WIT), Manokwari (ETA 16:08:54 WIT), Rajaampat (ETA 16:18:54 WIT), Biaknumfor (ETA 16:21:54 WIT), Supiori (ETA 16:21:54 WIT), Sorong bagian Utara (ETA 16:24:54 WIT), Jayapura (ETA 16:30:24 WIT), dan Sarmi (ETA 16:30:24 WIT).
Dari laporan PTWC gempabumi ini berpotensi tsunami di wilayah Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, dan Guam.
Oleh karena itu, kepada masyarakat pesisir di wilayah tersebut untuk tetap tenang dan menjauhi pantai. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.
Dikatakan, hingga pukul 08.30 WIB, berdasarkan hasil monitoring menunjukkan adanya 7 aktivitas gempabumi susulan, dengan magnitudo terbesar M6.9 dan magnitudo terkecil M5.4. (tim)












