Roy Suryo cs Dilaporkan ke Polisi, Jokowi: Menghina Saya Sehina-hinanya

Jokowi memberikan keterangan kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Rabu (16/4/2025). ANTARA/Aris Wasita

Jakarta, EDITOR.ID,- Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) mengambil langkah hukum dengan melaporkan lima orang ke Polda Metro Jaya atas tudingan ijazah palsu. Jokowi menantang Roy Suryo, dr. Tifauzia Tyassuma (dr. Tifa), Rismon Sianipar, Rizal Fadillah dkk membuktikan fitnah kelima orang tersebut di media sosial soal ijazah palsu melalui proses hukum.

“Ya nanti dibuktikan lewat proses hukum. Nanti akan kita lihat proses di pengadilan seperti apa,” ujar Jokowi saat ditemui di kediaman pribadinya di Sumber, Banjarsari, Solo, Senin.

Sebagaimana diketahui Roy Suryo dan dr Tifa cs gencar menyebarkan narasi dan opini dengan menuding Jokowi telah menggunakan ijazah palsu. Isu ini terus dimunculkan dan diramaikan di media sosial. Jokowi akhirnya gerah juga dengan perbuatan mereka mencemarkan nama baiknya. Jokowi pun melaporkan Roy Suryo cs ke Polda Metro Jaya.

Jokowi mengungkap alasan melaporkan 5 orang tersebut karena telah menghina dan merendahkan dirinya.

Jokowi menyebutkan bahwa yang dia laporkan bukanlah objek penelitian, melainkan sudah tahap menghina dirinya.

“Iya, ini kan bukan objek penelitian. Kan sudah menghina saya sehina-hinanya, sudah menuduh ijazah itu ijazah palsu, sudah merendahkan saya serendah-rendahnya,” katanya, dilansir detikJateng, Senin (5/5/2025).

Jokowi meminta semua pihak menunggu proses hukum. Ia bahkan menekankan kasus ini akan menjadi pembelajaran untuk semua pihak.

“(jadi peringatan yang lain?) Nanti akan menjadi pembelajaran kita semuanya,” tegasnya.

Di sisi lain, Jokowi menegaskan masih banyak tantangan global yang membutuhkan persatuan untuk menghadapinya. Ia berharap seluruh warga masyarakat kompak menjaga persatuan.

“Dan menurut saya hari ini dalam tantangan global yang sangat berat yang diperlukan negara kita adalah kompak, saling berangkulan menjaga persatuan-kesatuan. Terutama elit-elit dan seluruh masyarakat agar tantangan berat yang dihadapi semua negara yang kita hadapi itu bisa kita selesaikan,” ungkapnya.

“Bukan hal yang mudah sekarang ini. Harus semuanya berangkulan bersatu menghadapi tantangan global yang tidak mudah. Ya, saya rasa itu,” sambungnya.

Jokowi Turun Tangan, Laporkan Roy cs ke Polda Metro Jaya

Kasus ijazah palsu yang kian ramai ini membuat Jokowi turun tangan langsung menanganinya. Mantan Presiden itu melaporkan lima orang terkait tudingan ijazah palsu ke Polda Metro Jaya. Jokowi mengungkapkan alasan kenapa dirinya harus turun tangan langsung.

Menurutnya, kasus ini harus dibawa ke ranah hukum supaya semuanya jelas dan gamblang, terlebih dirinya kini sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Kasus ijazah palsu yang menimpa Jokowi sebenarnya sudah dialaminya ketika masih menjabat sebagai Presiden.

Presiden ke-7 RI itu mengira setelah masa jabatannya selesai, tuduhan ini akan berhenti. Namun karena permasalah ini masih berlarut-larut, dia merasa lebih baik untuk dibawa ke ranah hukum.

Kuasa hukum Jokowi, Yakub Hasibuan, mengungkap kelima orang tersebut berinisial RS, ES, RS, T, dan K.

“Ada 24 video, 24 objek yang sudah Pak Jokowi laporkan juga. Yaitu diduga dilakukan oleh beberapa pihak. Mungkin inisialnya kalau boleh disampaikan ada RS, RS, ES, T dan inisial K,” kata Yakub di Polda Metro Jaya, Rabu (30/4/2025).

Roy Tantang Jokowi, Roy Sesumbar Bongkar Ijazah Palsu

Roy Suryo sebagai salah satu pihak yang dilaporkan, saat dimintai konfirmasi, mengaku tak mempersoalkan pelaporan tersebut.

“Soal ‘Laporan Alap-alap’ itu silakan saja, mestinya kepolisian lebih cerdas dan mengerti pengertian soal ‘Locus delicti’-nya. Makin lucu,” tutur Roy Suryo, Kamis (1/5/2025).

“Kalau kemarin saya sempat komentar soal dilaporkannya kami bertiga (Roy, Dr Rismon Sianipar dan dr Tifa) dengan kata ‘lucu’, maka ini memang semakin menunjukkan kelucuannya tersebut,” imbuh dia.

Roy Suryo menantang dan mengaku siap untuk menjalani proses hukum yang berjalan. Dia menyatakan siap membongkar skripsi palsu yang disusun Jokowi beserta ijazahnya.

“Meski demikian kami siap menjalani proses dan akan membongkar habis kasus skripsi palsu dan dugaan ijazahnya juga otomatis palsu. Kalau skripsinya tersebut sudah terbukti secara teknis palsu ini,” pungkasnya.

Jokowi Tolak Tunjukkan Ijazah ke TPUA: Tak Ada Kewajiban

Beberapa waktu lalu kediaman Jokowi disatroni Rizal Fadillah dkk yang mengaku Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA). Mereka menyerbu rumah Jokowi dan meminta Jokowi tunjukkan ijazahnya. Jokowi pun keluar rumah dan menemui mereka.

Didepan Rizal, Jokowi menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki kewajiban apa pun untuk menunjukkan ijazah kepada pihak tersebut.

“Beliau-beliau ini meminta saya menunjukkan ijazah asli. Saya sampaikan bahwa tidak ada kewajiban untuk menunjukkan ke mereka,” ujar Jokowi usai menerima perwakilan TPUA di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Rabu (16/4) sebagaimana dilansir dari Antara.

Tak hanya itu, Jokowi juga menegaskan bahwa TPUA tidak punya kewenangan untuk memintanya memperlihatkan dokumen pribadi seperti ijazah.

“Tidak ada kewenangan mereka mengatur saya untuk menunjukkan ijazah asli yang saya miliki,” imbuhnya.

Jokowi juga menyebut bahwa pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) telah secara gamblang memberikan penjelasan soal keabsahan ijazahnya.

“Sudah sangat jelas, kemarin di UGM sudah memberikan penjelasan yang gamblang dan jelas,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua TPUA Rizal Fadilah menyampaikan bahwa kedatangan mereka bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus mendapatkan verifikasi langsung soal ijazah Jokowi.

“Kami ingin mendapatkan informasi dan konfirmasi. Kalau bisa verifikasi yang berhubungan dengan ijazah Pak Jokowi,” ujar Rizal.

Namun, Jokowi tidak memenuhi permintaan tersebut dan menyerahkan sepenuhnya ke proses hukum.

“Beliau belum berkenan menunjukkan ijazah. Dikatakan bahwa kalau diperintahkan pengadilan, baru akan ditunjukkan,” kata Rizal.

Sebelumnya, UGM sendiri sudah menyatakan kesiapan untuk membuka dokumen akademik Jokowi jika diminta secara resmi oleh pengadilan.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran Prof. Wening Udasmoro menegaskan bahwa UGM memiliki seluruh dokumen resmi yang membuktikan Jokowi adalah mahasiswa sah dan telah lulus dari Fakultas Kehutanan. (tim)

Leave a Reply