PWNU Jateng Juga Dukung Gus Yahya

  • Bagikan
katib aam pbnu kh yahya cholil staquf
katib aam pbnu kh yahya cholil staquf

EDITOR.ID, Semarang,- Dukungan untuk memunculkan Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya sebagai nahkoda baru Nahdlatul Ulama semakin menguat dan terkonsolidasi. Hari ini Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur resmi menyatakan dukungan kepada putra ulama besar KH Cholil Bisri itu.

Sebelumnya atau akhir pekan kemarin PWNU Jawa Tengah pun sudah lebih dahulu siap mendukung kakak kandung Menteri Agama KH Yaqut Cholil Qoumas.

Dukungan tersebut terlihat saat Gus Yahya hadir dan berada ditengah-tengah pertemuan Rais dan Ketua Pengurus Cabang NU se-Jawa Tengah yang diinisiasi PWNU Jateng di Hotel Patrajasa Semarang pada Jumat (8/10/2021) malam. Disana Gus Yahya juga hadir ditengah-tengah para kiai dan pengurus.

Pertemuan para kiai dan pengurus NU se Jawa Tengah ini adalah upaya konsolidasi menyongsong gawe besar Muktamar organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.

Ketua PWNU Jateng KH Muzamil sebagaimana dilansir dari NU Online, Sabtu (9/10/2021) mengatakan, agenda menyamakan visi yang dirangkai dengan sosialisasi keputusan musyawarah nasional (munas) alim ulama dan konferensi besar (Konbes) NU 2021 ini selain dihadiri Rais dan Ketua PCNU se-Jateng, juga dihadiri Katib Aam PBNU Gus Yahya Cholil Tsaquf.

Dari dialog para Rais dan Ketua PCNU dengan Katib Aam PBNU bersama Rais PWNU Jateng dicapai kesepakatan Bahwa PWNU Jateng bersama PCNU se-Jateng tetap satu barisan dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung.

Kesepakatan yang dibacakan Sekretaris PWNU Jateng KH Hudallah Ridwan Naim itu berisi sembilan poin meliputi:

NU Jateng mendukung suksesnya muktamar yang berkualitas dan bermartabat.

Memperjuangkan penguatan kemandirian NU untuk terwujudnya visi NU sebagai organisasi pelayanan umat.

Memperjuangkan revitalisasi organisasi melalui regenerasi dan reorganisasi kepemimpinan secara sehat dan bermartabat serta penguatan di tingkat basis khususnya MWC, ranting, dan anak ranting.

Mendorong pengarusutamaan penegakan supremasi Syuriyah sebagai pengendali organisasi.

Mempertegas usulan kepada PBNU agar sebelum muktamar ke-34 segera menyelesaikan kasus-kasus PCNU berdasarkan AD/ART NU dan peraturan-peraturan turunannya.

Mengimbau kepada masyarakat nahdliyin dan masyarakat umum agar tidak membuat opini via media sosial apapun dengan membuka dan menyebarkan aib pihak-pihak tertentu karena merupakan perbuatan yang tidak bermartabat dan tidak sesuai dengan akhlakul karimah.

Memperjuangkan penguatan NU sebagai marji’iyah dan qiyadatul ummah.

gus yahya cholil staquf, pengasuh pesantren roudlatut thalibin, rembang. (foto youtube ngopibareng.id)
gus yahya cholil staquf, pengasuh pesantren roudlatut thalibin, rembang. (foto youtube ngopibareng.id)

Berupaya melengkapi AD/ART dan turunannya untuk mengantisipasi terjadinya masalah-masalah yang disebabkan kekosongan regulasi.

Memperjuangkan calon yang bisa membuat suasana sejuk dan rahmah kepada masyarakat yang sejalan dengan logika organisasi.

Rais PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh mengatakan, sembilan poin kesepakatan itu akan disampaikan ke sejumlah PWNU yang selama ini sudah membangun komunikasi dengan PWNU Jateng untuk mengupayakan agar muktamar di Lampung berlangsung lancar.

“Jateng sudah membangun komunikasi dengan sejumlah wilayah lain jauh sebelum Munas alim ulama dan Konbes NU. Rumusan kesepakatan ini sudah ditunggu sejumlah wilayah yang sevisi dengan Jateng untuk dijadikan isu sentral muktamar,” terangnya.

“Pertemuan di Hotel Patrajasa kemarin selain silaturahim setelah pandemi Covid-19 mereda, juga untuk menyampaikan hasil-hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Jakarta,” imbuhnya.

Gelaran Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang bakal dilangsungkan di Lampung 23-25 Desember mendatang mulai terasa gregetnya. Berbagai usulan calon Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai bermunculan.

Sejumlah nama sudah bermunculan. Selain Gus Yahya ada nama KH.Hasan Mutawakil Alallah, mantan Ketua PW NU Jatim, sebagai kandidat calon ketua umum PB NU.

Juga ada nama KH Marzuki Mustamar sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi. Marzuki adalah Ketua PWNU Jawa Timur. Ada KH Said Aqil Siradz incumbent Ketum PBNU saat ini. Selain itu ada nama tokoh muda KH Bahaudin Nursalim alias Gus Baha.

Bagaimana suara muda NU? Para kader muda NU tetap teguh menyerukan regenerasi organisasi.

Terkait seruan itu, Gus Yahya mengatakatan, jika pengurus NU wilayah dan cabang banyak yang berkeinginan untuk melakukan regenerasi kepemimpinan di tubuh PBNU. Apa lagi, saat ini banyak tokoh-tokoh NU juga diisi oleh banyak kalangan muda.

Gus Yahya mengungkapkan kerap menulis dan berbicara di publik soal ide dan gagasannya mengenai NU ke depan. Ia sendiri tak menyangka bahwa gagasan tersebut disambut positif oleh para pengurus daerah NU saat ini.

“Sehingga aspirasi untuk menempatkan mereka dalam kepemimpinan kuat sekali. Yang sangat kuat aspirasinya dan banyak memang soal regenerasi,” ungkap dia.

“Dan ini cepat sekali. Saya terkejut kenapa secepat ini. Saya menyatakan secara eksplisit ke publik awal September,” tambah. (tim)

 128 Total Pengunjung,  3 Pembaca Hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan