Jakarta, EDITOR.ID,- Presiden Prabowo Subianto memberikan pesan khusus kepada para menterinya agar tidak melakukan tindakan yang bisa mencelakai mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto yang belakangan melontarkan kritik keras ke pemerintahan Prabowo.
Meskipun Tiyo melakukan kritik yang pedas kepada para menteri hingga Prabowo sendiri, namun Presiden meminta menterinya tak melakukan tindakan yang membahayakan kepada para pengkritik.
Kepala Badan Percepatan Pengentasan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengungkapkan pesan tersebut berasal dari Prabowo, menanggapi isu dugaan pemasangan pelacak pada mobil eks Presiden BEM UGM, Tiyo Ardianto.
Menurut Budiman, Prabowo kemudian memberi arahan kepada menteri tersebut agar tidak melakukan manuver yang dapat membahayakan pengkritik, sekeras apa pun kritik yang disampaikan.
“Sepedas apapun, jangan bersinggungan dan jangan buat manuver apapun yang bisa mencelakai beliau (Tiyo). Kira-kira begitu nasihatnya Pak Prabowo pada menteri itu,” kata Budiman.
Budiman mengaku pernah mendengar cerita dari seorang menteri yang mendapat arahan langsung dari Prabowo tentang cara merespons kritik publik. Ia mengatakan menteri tersebut merupakan salah satu figur yang cukup sering menjadi sasaran kritik dari Tiyo.
Menyikapi pesan Prabowo, Budiman menyebut bahwa Presiden tidak ada maksud untuk melakukan manuver tertentu kepada pengkritik.
“Jadi, kalau dari pihak presiden sendiri sudah jelas bahwa tidak ada bermaksud mencelakai pengkritik-pengkritik, kira-kira begitu,” imbuhnya.
Di sisi lain, Budiman juga menyesalkan kericuhan yang terjadi dalam diskusi di UGM yang menghadirkan dirinya bersama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Wamentan Sudaryono. Akibat insiden tersebut, agenda dialog yang sedianya menjadi ruang penyampaian kritik dan aspirasi tidak dapat berlangsung hingga selesai.
Diketahui sebelumnya, Tiyo menemukan alat pelacak yang terpasang secara diam-diam di mobilnya. Adapun alat pelacak itu ditemukan seusai dirinya mengikuti aksi demo ‘Gejayan Memanggil’ pada pekan lalu. ***












