PP Muhammadiyah: Mimpi Ketemu Rasulullah Tak Perlu Diumbar ke Publik

Namun jika kesempatan bersua itu datang, Ruslan menegaskan agar memperbanyak syukur kepada Allah.

“Adab seseorang bermimpi bertemu dengan Nabi, tentu harus bersyukur karena tidak semua orang bisa melihat Nabi dalam mimpi. Itu kenikmatan dan karunia Allah bisa diberi kesempatan melihat wajah Nabi yang mulia,” kata Ruslan.

Ada banyak hadis sahih yang meriwayatkan mimpi bertemu Rasulullah. Dalam hadis-hadis tersebut disebutkan bahwa siapapun yang bermimpi melihat Nabi, maka sungguh orang itu telah melihat Rasulullah tersebab setan takan mampu menyerupai tubuhnya.

Namun ada kecaman serius dari Rasulullah bila mengaku-ngaku bertemu dengannya dalam mimpi. Barang siapa yang berdusta, Sabda Nabi, orang itu telah mengambil tempat duduk di neraka

Pendapat Waketum MUI

Terkait kasus yang menimpa Haikal Hassan, Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas turut berpendapat.

“Pertanyaan saya, kok mimpi orang bisa dipolisikan? Emangnya tugas polisi juga mengurusi dan mengamankan mimpi-mimpi orang?” kata Anwar kepada wartawan, Selasa (15/12/2020).

Menurut Anwar, bisa saja seseorang bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW. Karena ini menjadi keinginan setiap orang, termasuk dirinya.

Dengan begitu, menurut Anwar, tidak perlu diributkan. Dia mengaku bukan hanya sekali saja mendengar seseorang bertemu dengan Nabi Muhammad di dalam mimpi.

“Kalau Ustaz Haikal menyatakan bahwa beliau pernah bermimpi ketemu Rasulullah lalu kok kita ribut. Ya alhamdulillah. Dia bisa bermimpi ketemu Rasulullah,” ujarnya. (tim)

 

Leave a Reply