Settia

Haikal Hassan Temui Mahfud MD, PA 212 Merapat ke Jokowi?

EDITOR.ID, Jakarta,- Melihat manuver sosial politik negeri ini kita jadi teringat lagu Ahmad Albar “Godbless” bahwa dunia ini hanya panggung sandiwara, ceritanya mudah dibuat. Setiap tokoh terkadang berseberangan terkadang bisa mesra. Tergantung keadaan.

Itulah gambaran yang terjadi dari pertemuan Menko Polhukam Mahfud Md yang melakukan diskusi bersama Juru Bicara (jubir) PA 212 Ustaz Haikal Hassan. Pertemuan tersebut dilakukan pada pagi hari kemarin.

“Terasa asyik berdiskusi di pagi akhir pekan bersama Ust. Haikal Hassan,” kata Mahfud seperti dikutip dalam akunnya @mohmahfudmd, pada Sabtu (5/9/2020).

Juru Bicara (Jubir) PA 212 Ustaz Haikal Hassan menjelaskan pertemuannya dengan Menko Polhukam Mahfud Md. Haikal Hassan mengaku hanya berdiskusi biasa dan mendengarkan masukan dari Mahfud Md.

Foto: Ustaz Haikal Hassan bertemu dengan Mahfud Md (Dok. Istimewa)

“Itu hanya ngobrol biasa aja, sarapan bareng, hanya ngobrol keadaan biasa aja, situasi saja, ngobrol-ngobrol saja seperti yang disebut Pak Mahfud, silaturahmi tentang apa-apa, beliau kan tokoh bangsa, mesti kita dengar pendapatnya, kita ikuti karena beliau kan tokoh besar di Indonesia,” kata Haikal saat dihubungi, Sabtu (5/9/2020).

Haikal membantah jika pertemuan itu dikaitkan dengan PA 212. Dia menegaskan tidak ada pembicaraan terkait PA 212 dan Kemenko Polhukam.

“Itu hanya sekedar pertemuan biasa saja antara Profesor Mahfud Md dengan Haikal Hassan, tidak berhubungan dengan Kemenko Polhukamannya beliau dan tidak berhubungan dengan PA 212 nya itu,” tutur Haikal.

Haikal pun kecewa bila pertemuannya dengan Mahfud disangkutpautkan dengan PA 212. Dia menilai tak elok jika mengkaitkan pertemuan dirinya dengan Mahfud membicarakan soal PA 212.

“Enggak ada, ngobrol biasa saja, saya juga agak kecewa itu disebut Menko Polhukam bertemu dengan 212, 212 itu sebuah komunitas yang resmi dengan puluhan, dan anggota yang banyak, resmi, jadi itu sama sekali enggak elok disebut Menko Polhukam berjumpa PA 212 seolah-olah ada sesuatu,” ujarnya.

Diskusinya dengan Mahfud, menurut Haikal hanya pertemuan biasa. Mahfud dinilai Haikal sebagai tokoh besar di Indonesia.

“Itu hanya ngobrol biasa aja, sarapan bareng, hanya ngobrol keadaan biasa aja, situasi saja, ngobrol-ngobrol saja seperti yang disebut Pak Mahfud, silaturahmi tentang apa-apa, beliau kan tokoh bangsa, mesti kita dengar pendapatnya, kita ikuti karena beliau kan tokoh besar di Indonesia,” imbuhnya. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *