Jakarta, EDITOR.ID,- Danantara dan Badan Pengelola BUMN merombak jajaran direksi dan Komisaris PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS). Politisi Partai Gerindra Willgo Zainar diangkat sebagai Direktur Utama (Dirut) baru. Willgo menggantikan Muhammad Akbar Djohan yang dicopot dari posisi Dirut.
Keputusan itu merupakan hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan pada Senin (7/9/2026).
Melalui akun Instagram resmi @krakatau.steel, perseroan memperkenalkan Willgo Zainar yang masuk sebagai Direktur Utama menggantikan Akbar Djohan.
Sebelum menjadi Dirut, Willgo yang merupakan Politikus Partai Gerindra menjabat sebagai Komisaris Independen KRAS sejak 16 Desember 2024. Berikut profil Willgo.
Wilgo Dari Gerindra Jadi Bos Krakatau Steel
Dari Partai Gerindra Willgo Zainar melejit karirnya memimpin BUMN PT Krakatau Steel. Sebelum kini menjadi petinggi BUMN, dia pernah menduduki kursi di Senayan, sebagai Anggota Komisi XI DPR RI untuk periode 2014-2019.
Kala itu, dalam Pemilu 2014, ia memperoleh cukup suara untuk mewakili Dapil I NTB di Senayan.
Wilgo juga pernah ditempatkan partai menjabat Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI.
Karir politiknya bermula dari wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Willgo pernah menjadi Ketua DPD Partai Gerindra Nusa Tenggara Barat (NTB).
Di luar dunia politik, Willgo dikenal sebagai pengusaha. Salah satu perusahaan yang dikaitkan dengan Willgo adalah PT Nusa Terang Benderang Power.
Tak hanya di partai, Willgo aktif sebagai pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), tepatnya sebagai Ketua DPD HKTI NTB.
Pada 2019, Willgo kembali mencoba peruntungannya dalam pemilu. Kala itu ia turut mencalonkan diri sebagai anggota legislatif untuk kedua kalinya. Namun, ia gagal mendapatkan suara yang cukup untuk tetap berada di Senayan.
Usai tak lagi jadi anggota DPR untuk periode kedua, Willgo sempat mendaftarkan diri sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Saat itu, ia menjadi calon yang diusulkan DPD. Namun, Willgo tak lolos uji kelayakan dan kepatutan.
Pernah jadi bos PT PAL Indonesia
Gagal maju sebagai anggota BPK, karier Willgo berubah. Dari yang semula mengejar jabatan di lembaga negara, kariernya bergeser jadi pejabat BUMN.
Pada 2021 Willgo ditunjuk sebagai Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia (Persero). Kemudian, dia juga pernah ditunjuk menduduki kursi Plt Direktur Utama PT PAL Indonesia. Jabatan itu diembannya pada 2024 dan hanya setahun.
Sejak itu, kariernya terus berlanjut di perusahaan milik negara lainnya. Dari PT PAL, Willgo kemudian beralih ke PT Krakatau Steel. Hal itu terjadi pada akhir 2024. Di Krakatau Steel, Willgo semula menjabat sebagai komisaris independen.
Jabatan ini kemudian berakhir pada September 2026. Dari kursi komisaris, pemegang saham PT Krakatau Steel menunjuk Willgo sebagai direktur utama perusahaan tersebut.
Harta Kekayaan Wilgo Rp 14 Miliar Lebih
Berdasarkan data dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, Willgo merupakan seorang miliarder. Dalam dokumen LHKPN terbaru, Willgo melaporkan kepemilikan aset senilai Rp14.101.200.808 selama 2025 lalu.
Total kekayaan itu terdiri dari sejumlah aset. Kekayaan terbesar Willgo berasal dari aset tanah dan bangunan, ia memiliki lima aset yang tersebar di Semarang, Mataram, dan Jakarta Selatan dengan total nilai Rp10,1 miliar.
Kemudian, Willgo juga memiliki dua aset kendaraan dengan total nilai mencapai Rp1.275.000.000. Setelah itu, ia juga melaporkan kepemilikan harta begerak lainnya senilai Rp108.104.094, surat berharga senilai Rp1,8 miliar, serta kas dan setara kas senilai Rp881.237.714. Ia juga memiliki utang senilai Rp63.141.000.
Susunan terbaru Komisaris-Direksi KRAS
Selain posisi direktur utama, jajaran direksi Krakatau Steel juga dirombak. Krakatau Steel mengangkat Thomas Christian sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko menggantikan posisi Daniel Fitzgerald Liman.
Sidik Darusulistyo ditetapkan sebagai Direktur Infrastruktur dan Operasi, Hernowo sebagai Direktur Komersial, Pengembangan Usaha dan Portofolio, serta Suryantoro Waluyo sebagai Direktur SDM.
Di jajaran komisaris, Hendro Martowardojo ditetapkan sebagai Komisaris Utama. Sementara David Pajung dan Didik Hariyanto menjadi Komisaris Independen. Adapun Setia Diarta dan Adityo Haryo Bimo ditetapkan sebagai Komisaris.
Dalam pengumuman yang sama, Krakatau Steel menyampaikan ucapan terima kasih kepada Akbar Djohan dan Daniel Fitzgerald Liman atas dedikasi keduanya selama menjabat di perseroan.
“Terima kasih atas dedikasinya,” tulis Krakatau Steel dalam materi yang diunggah di akun Instagram resminya.
Krakatau Steel menyebut perubahan susunan pengurus tersebut sebagai bagian dari transformasi perusahaan di bawah kepemimpinan baru.
Berikut susunan Komisaris dan Direksi Krakatau Steel terbaru:
Komisaris
Komisaris Utama: Hendro Martowardojo
Komisaris Independen: David Pajung
Komisaris Independen: Didik Hariyanto
Komisaris: Setia Diarta
Komisaris: Adityo Haryo Bimo.
Direksi
Direktur Utama: Willgo Zainar
Direktur Infrastruktur dan Operasi: Sidik Darusulistyo
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Thomas Christian
Direktur Komersial, Pengembangan Usaha dan Portofolio: Hernowo
Direktur Sumber Daya Manusia (SDM): Suryantoro Waluyo. ***












